31 Des 2016 12:14

Garuda Akan Gelar RUPS Terkait Dirut Citilink

bumntoday.com

Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan.

BUMNTODAY.COM - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sebagai tindak lanjut atas pengajuan pengunduran diri Direktur Utama (Dirut) Citilink Indonesia Albert Burhan dan Direktur Operasional Citilink Indonesia Hadinoto Soedigno.

Pengajuan pengunduran diri tersebut akan dikonsultasikan dengan para pemegang saham Garuda. Dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham mayoritas dan pemegang saham publik lainnya.

Nantinya, para pemegang saham akan mengevaluasi dan memutuskan permohonan pengunduran diri lewat RUPS. Sekaligus akan ditentukan soal calon pengganti Dirut dan Direktur Operasional Citilink. "Sampai semua terjadi dalam konteks RUPS, itu baru terjadi pergantian," kata Dirut Garuda Indonesia Arif Wibowo, Jumat(30/12/2016).

RUPS segera dilakukan sehingga bisa cepat diambil keputusan. "Saya tidak mau lebih dari seminggu atau dua minggu. Jadi secepatnya saja. Kalau sudah oke, kita akan melakukan tindakan secepat mungkin," tegas Arif.

Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan mengundurkan diri, setelah peristiwa pilot terduga mabuk yang mengakibatkan keterlambatan penerbangan. Albert dan Direktur Operasional Citilink Hadinoto Soedigno merasa bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Kami mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri dari Citilink Indonesia. Semoga ke depan bisa memberikan yang terbaik bagi Citilink Indonesia," ucap Albert di Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Pengunduran diri Albert baru disampaikan secara lisan kepada pemegang saham yakni, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia tidak memberitahukan dengan detail kapan secara resmi mundur dari Dirut Citilink Indonesia. "Pemegang saham diajukan secara lisan. Surat resmi baru akan diserahkan nanti," ujarnya.

VP Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar menambahkan, pengunduran diri Albert akan diproses terlebih dahulu oleh Kementerian BUMN dan Garuda Indonesia.  "Saat ini masih menjabat. Nanti disampaikan oleh Garuda Indonesia dan Kementerian BUMN. Sehingga bisa diproses apakah disetujui atau tidak. Kita secepatnya bisa diproses," papar Benny.

Seperti diberitakan, pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 800 rute Surabaya-Jakarta batal terbang tepat waktu, lantaran pilot yang menyampaikan pesan sebelum take off dengan nada bicara seperti orang mabuk.

Penumpang yang merasa kenyamanannya terganggu mendesak agar kru pesawat citilink menunda penerbangan dan mengganti pilot yang diduga mabuk tersebut. Selanjutnya, penumpang diturunkan dari pesawat ke ruang tunggu dan menanti konfirmasi resmi dari pihak @citilink untuk pemberangkatan penerbangan berikutnya.

Terkait dengan hal itu, pihak Citilink mengakui ada keterlambatan penerbangan pesawat dengan nomor QG 800. Namun, pihak maskapai membantah bahwa pilot diduga mabuk. "Kami sudah melakukan tes terhadap pilot di klinik bandara dan hasilnya negatif (tidak mabuk). Dia terlambat datang sehingga menjadi panik. Tapi pilot sudah diganti dan pesawat sudah diberangkatkan," Vice Presiden Corporate Communication PT Citilink Indonesia Benny S Butarbutar, Rabu (28/12/2016).

Citilink juga memenuhi permintaan agar pilot diganti karena keterlambatan sudah cukup lama, dan pergantian sudah sesuai prosedur. "Saat ini juga musim peak season. Jadi delay memang kerap terjadi selain antrean di bandara. Kami mohon maaf kepada penumpang untuk ketidaknyamanan ini," ucap Benny.

Sementara menurut kesaksian beberapa penumpang, selain nada bicara yang ngelantur dan didengarkan oleh semua penumpang, ada yang melihat sosok pilot berjalan lunglai masuk ke kokpit pesawat.(rid)

Sosial Media