01 Mei 2017 12:20

BSM Ditawarkan ke Investor Timur Tengah

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM - PT Bank Mandiri sedang menjajaki kerja sama dengan Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengelola Bank Syariah Mandiri (BSM). Alasan dipilihnya keduanya negara tersebut karena investor dari negara-negara Timur Tengah diangga berpengalaman menjalankan bisnis keuangan syariah.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, BSM akan sulit berkembang dengan kondisi seperti sekarang. "Investor Timur Tengah akan kami gandeng agar bisa membantu membawa dana dari kawasan tersebut masuk ke Indonesia," kata Kartika di sela Media Gathering BUMN, Sabtu (29/4/2017) lalu.

Sekarang, menurut Kartika, banyak orang kaya Timur Tengah yang menaruh dananya di Eropa. Sebagian dari mereka mulai mengalihkan simpanannya ke negara-negara lain di Selatan atau negara berkembang. Potensi ini yang akan dibidik oleh BSM agar pemilik dana dari Timur Tengah bersedia menaruh asetnya di Indonesia.

"Para pemilik dana sebenarnya ingin menaruh di Indonesia. Tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya. Dengan menggandeng investor dari Timur Tengah, BSM tentunya akan bisa dikenal oleh para pemilik dana untuk menempatkan dananya di Indonesia," ucap Kartika.

Sebenarnya, rencana penjualan sebagian saham BSM telah diwacanakan oleh Bank Mandiri sejak 10 tahun lalu. Tujuannya tak lain untuk menggenjot pertumbuhan bisnis bank syariah. Namun selama kurun waktu itu, rencana tersebut belum terealisasi.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementrian BUMN Gatot Trihargo menambahkan, pihaknya terus mendorong bank syariah BUMN untuk berkembang. Caranya dengan mencari mitra.

"Menjalin kemitraan ada banyak caranya. Bisa melepas saham, kemudian kerja sama di bidang teknologi agar ada transfer of knowledge dari mitra kepada bank-bank BUMN," imbuh Gatot.(agr)

Sosial Media