15 Jul 2017 16:37

Sungai di Kaltara Ditawarkan ke Investor

bumntoday.com

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

BUMNTODAY.COM - Pemerintah menawarkan 20 sungai di Kalimantan Utara (Kaltara) kepada investor. Dimana, sungai-sungai tersebut berpotensi untuk menjadi sumber daya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Misalnya, Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan dengan kecepatan aliran 1 km per hektare yang memiliki potensi listrik mencapai 9.000 MW, Sungai Mentarang di Kabupaten Malinau dengan potensi listrik mencapai 7.600 MW, dan Sungai Sumbakung di Kabupaten Nunukan dengan potensi listrik 500 MW.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menekankan, proyek tersebut tidak akan membebani utang pemerintah sehingga tidak perlu ada kekhawatiran rasio utang bertambah. Menurutnya, rasio utang pemerintah saat ini masih lebih baik dibanding negara lain, yaitu 28% dari produk domestik bruto (PDB).

"Kita akan buat gabungan dengan pemerintah untuk lakukan itu. Orang bilang itu utang, ini business to business. Beda. Karena saya tentara, dikira saya tidak paham soal ekonomi. Saya paham, saya pertanggungjawabkan, kita lakukan pekerjaan dengan data-data yang ada, tidak asal bicara," tandas Luhut dalam konferensi pers hasil Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, Jumat (14/7/2017).

Kini, fokus pemerintah adalah mengoptimalkan pembangunan ekonomi. Namun hal itu tidak bisa dicapai semudah membalikkan telapak tangan. Sebagai contohnya, untuk mengkaji atau melakukan studi kelayakan pembangunan bagi Kalimantan Utara, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah tahun. "Saya yakin return dan proses pengambilan keputusan Indonesia sangat transparan jadi investor akan investasi di sini," paparnya.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menambahkan, sekasrang daerahnya sedang fokus pada pembangunan di bidang energi dan infrastruktur. "Kalimantan Utara provinsi baru. Tapi pertumbuhan ekonomi kita nomor dua di Kalimantan, sekitar 6,47%," klaim Irianto.(tun)

Sosial Media