13 Sep 2017 17:18

PLN Lirik Listrik Arus Laut

bumntoday.com

Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Nicke Widyawati.

BUMNTODAY.COM - PT PLN (Persero) tertarik mengembangkan listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan energi dari arus air laut. Ketertarikan PLN didasari oleh hasil kajian dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Diketahui, tarif listrik yang dihasilkan dari arus laut bisa di kisaran US$0,0718 per kWh atau jauh lebih rendah dibandingkan tarif listrik energi fosil yang masih US$17 per kWh. "Saya juga terkejut dengan harganya," ungkap Direktur Pengadaan Strategis PLN Nicke Widyawati di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Pemanfaatan arus laut juga bisa memberikan sumber energi baru bagi pengadaan listrik guna mengejar target 35.000 megawatt (MW) sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nicke menyakini, tarif listrik rendah itu bisa membuat seluruh masyarakat terjangkau oleh listrik sehingga meningkatkan perekonomian.

Nicke menekankan, pemanfaatan tersebut memang perlu dilakukan Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Beberapa negara telah melakukan penerapan EBT dengan arus air laut. "Untuk arus laut, ada perusahaan dari Inggris dan Belanda," ujar Nicke.

Sebelumnya diberitakan, pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) mencapai 700 Mega Watt (MW) dalam 10 bulan terakhir. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam rangka menciptakan ketahanan energi di masa depan. Targetnya, bauran EBT mencapai 23% pada 2025.

"Saya dapat laporan selama 10 bulan, sudah ada 700 MW renewable energy di bidang kelistrikan yang ditandatangani. Saya kira dengan segala hormat kepada pendahulu saya, saya kira tidak ada yang bisa sampai 700 MW dalam 10 bulan," ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada pembukaan 6th IndoEBTKE ConEx di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Jonan meyakini realisasi ini bisa lebih besar jika prosesnya bisa dipersingkat, tak banyak berpindah tangan dan konsolidasi seperti dulu. "Kalau PLN tidak pakai surat dulu untuk mengajukan usulan, rapat di Bogor, rapat lagi di Bali, terus ke Batam, rapat lagi di kantor PLN, tidak ada," paparnya.

Dengan alur yang lebih sederhana, Jonan mengaku percaya diri bisa menciptakan komitmen pemanfaatan energi terbarukan lebih besar lagi. Bahkan hingga angka 3.000 MW pada 2019.

"Pemerintah akan berusaha supaya dalam waktu sangat singkat, persetujuan itu diberikan. Sehingga bisa cepat. Untuk di geothermal, selama saya sepuluh bulan ada yang COD dan sebagainya itu 300 MW. Jadi total 1.000 MW. Kalau saya dikasih kesempatan sampai 2019, saya yakin 3.000 MW bisa jalan," ulas Jonan.(rid)

Sosial Media