28 Okt 2017 13:45

PP Holding Tambang Akan Terbit November

bumntoday.com

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri BUMN Rini Soemarno.

BUMNTODAY.COM - Peraturan Pemerintah (PP) tentang holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor tambang akan terbit pada November 2017. PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan menjadi pemegang saham utama sebanyak 65% dari PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam), PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk, serta memegang saham PT Freeport Indonesia yang sekarang masih dipegang pemerintah sebesar 9,36%.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin. "Inalum jadi induk perusahaan nantinya. Kami juga harapkan PP akan keluar pada minggu kedua November," ucap Budi di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Setelah PP keluar, tiga perusahaan yang menjadi anak usaha Inalum, yakni Antam, Bukit Asam, dan Timah akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Di forum tersebut akan diumumkan kepada publik bahwa ketiga perseroan telah menjadi anak usaha Inalum.

"Kami sudah jadwakan RUPSLB ketiga perusahaan untuk menjadi anak usaha Inalum itu tanggal 29 November. Di RUPSLB, Inalum secara resmi menjadi induk usaha," tandas Budi.

Pembentukan holding tambang dimaksudkan untuk menguasai aset-aset sumber daya mineral yang strategis, agar bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan dari Indonesia. "Karena BUMN 100% dimiliki negara. Kalau bisa sebanyak-banyaknya dilakukan untuk indonesia. Kedua, yang dilakukan hilirisasi. Sayang kalau kita ekspor bahan saja, bisa dijadikan alumina," tuturnya.(rid)

Sosial Media