30 Okt 2017 15:45

BEI Kaji Buka Bursa Efek Syariah

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM - Bursa Efek Indonesia bersama dengan Dubai Financial Market (DFM), sedang mengkaji pendirian bursa efek syariah di Indonesia. Kerja sama antar-negara ini dipandang bisa menjadi peluang untuk memperbesar pasar keuangan syariah di dunia.

"Dalam dua pekan ke depan, BEI akan menyelesaikan working paper dan kembali kami menemui DFM," ucap Direktur Utama BEI Tito Sulistio seperti dikutip dari keterangannya, Senin (30/10/2017).

Menurutnya, pendirian bursa efek syariah pada dasarnya tidak sulit. Sebab Indonesia sudah memiliki infrastruktur, pasar maupun produk syariah seperti saham. Demikian pula dengan landasan hukum pasar modal. "Indonesia ada 17 fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) dan 10 peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) soal pasar modal syariah," terangnya.

Dengan keberadaan pasar modal syariah, maka hambatan dalam pengembangan industri keuangan syariah bisa lebih mudah teratasi, terutama dalam proses yang sekarang belum 100% syariah. "Kita selalu bicara produk, masalahnya sebenarnya bukan itu. Tapi prosesnya (yang jadi masalah). Kita punya produk syariah, tapi prosesnya belum syariah," tukas Tito.

Dia mengaku sudah mendapatkan dukungan dari beberapa pihak, tapi yang terutama dari market atau pasar sebagai penentu berjalannya bursa syariah. Anggota bursa juga pada dasarnya sudah siap. Setidaknya sudah ada 12 anggota bursa yang mengembangkan syariah online trading system (SOTS).(agr)

Sosial Media