30 Okt 2017 17:31

PTPP Tak Ambil Proyek di Bawah Rp150 Miliar

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM - PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) tak lagi mengambil proyek-proyek dengan nilai di bawah Rp150 miliar sejak 2016. Hal itu demi memberikan ruang kepada perusahaan-perusahaan kontraktor swasta.

Dalam kontrak pembangunan senilai Rp31,9 triliun hingga September 2017, 61% berasal dari sesama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta 28%. Sedangkan proyek yang berasal dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, hanya sekitar 11%.

"Proyek kita 61% itu BUMN, termasuk Perumnas. APBN hanya 11%, karena PTPP tidak mengambil proyek-proyek di bawah Rp150 miliar, itu di APBD tingkat I dan tingkat II tidak," kata Sekretaris Perusahaan PTPP Nugroho Agung Sanyoto di Jakarta, Senin (30/10/2017).

Dulu, PTPP memiliki cabang di daerah untuk lebih banyak mendapatkan tender pembangunan infrastruktur. Namun sekarang, perusahaan hanya mengambil proyek strategis pemerintah, punya nilai besar dan tidak mampu digarap oleh kontraktor swasta lokal.

"Dulu kami memang punya cabang di provinsi seperti Lampung. Dulu kami memang membangi per regional. Sekarang kami lebih ke arah spesialisasi. Di Papua, ada stadion kami ambil karena nilainya besar, waktunya singkat, jadi agak sulit untuk swasta lokal masuk," terang Nugroho.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi peran BUMN dalam menggarap bisnis skala kecil. Dia meminta peran swasta dan UMKM lebih diperlebar.

Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani mengungkapkan, sekarang peran BUMN sudah terlalu besar. Padahal, Presiden Jokowi pernah mengatakan swasta akan mendapat kesempatan pertama dalam menggarap bisnis.

"Di banyak kesempatan Pak Presiden sampaikan berikan kesempatan pertama pada pengusaha nasional, kalau tidak mampu baru BUMN," ujar Rosan dalam penutupan Rakornas Kadin 2017.(agr)

Sosial Media