31 Okt 2017 15:44

Pertamina Cilacap Produksi Dexlite 41.000 Barel/Bulan

bumntoday.com

Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah.

BUMNTODAY.COM - Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, mampu memproduksi Dexlite hingga 6.000 kiloliter atau 41.000 barrel per bulan. Angka produksi tersebut masih dapat dioptimalkan lagi.

Dexlite merupakan bahan bakar minyak diesel dengan kandungan sulfur yang lebih rendah. "Kadar sulfur Dexlite maksimum 1.200 ppm atau lebih rendah dari solar reguler yang sekarang beredar sebesar 2.500 ppm," ujar General Manager Pertamina RU IV Cilacap Dadi Sugiana saat transfer perdana produk Dexlite dari kilang Pertamina RU IV Cilacap ke Terminal BBM Cilacap (Sleko) di Cilacap, Selasa (31/10/2017).

Dexlite memiliki kualitas yang lebih bagus, karena memiliki Cetane Number minimal 51. Sedangkan Cetane Number pada solar reguler hanya minimal 48. Produk Dexlite yang diolah di RU IV mengacu pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 3675.K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Solar yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Serta berdasarkan Surat Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 4769/10/DJM.T/2012 tanggal 22 Maret 2012 perihal Dispensasi Penyesuaian Spesifikasi Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin dan Minyak Solar.

Produk Dexlite diproduksi di kilang Fuel Oil Complex I, Hydro Desulfurization Unit dengan kapasitas 2.300 ton per hari melalui proses penghilangan sulfur yang menghasilkan Desulfurized Light Gas Oil (DLGO). Selanjutnya, produk DLGO dicampur dengan produk solar reguler sehingga menghasilkan produk Dexlite dengan spesifikasi kandungan sulfur sebesar 1.200 ppm dan Cetane Number sebesar minimal 51.

Beberapa keunggulan produk Dexlite di antaranya kemampuan pembakaran yang lebih baik, sehingga membuat penggunaan bahan bakar lebih efisien. Serta membuat performa kendaraan menjadi lebih baik, bertenaga, dan menjaga mesin dengan kandungan sulfur yang lebih rendah, yakni sebesar 1.200 ppm.

"Produk Dexlite lebih ramah lingkungan dan dapat memenuhi undang-undang terkait dengan standar dan mutu BBM dari pemerintah yang sudah ditentukan," tutur Dadi.

Sementara itu, GM Pertamina Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Ibnu Chouldum menambahkan, dengan adanya "supply point" baru Dexlite, pemenuhan kebutuhan konsumen atas bahan bakar yang lebih bersih dan ramah lingkungan untuk pengguna kendaraan mesin diesel mampu dipenuhi.

Dexlite merupakan produk yang ditujukan untuk pengguna mobil atau kendaraan diesel, khususnya kendaraan mesin diesel dengan teknologi "common rail" dan teknologi canggih lainnya. "Makin canggihnya mesin kendaraan, maka diperlukan bahan bakar diesel yang memiliki angka Cetane Number lebih tinggi dan lebih bersih. Sehingga dapat membuat mesin dan gas buang kendaraan menjadi lebih bersih," imbuhnya.

Sebelum Pertamina RU IV Cilacap memroduksi Dexlite, kebutuhan BBM jenis itu untuk wilayah Jateng dan DIY dipasok dari Pertamina RU VI Balongan. Dalam hal ini, pasokan Dexlite dari Pertamina RU VI Balongan dikirim ke TBBM Semarang Group di Pengapon untuk memenuhi permintaan masyarakat di wilayah utara Jawa bagian tengah. Sementara untuk masyarakat di wilayah selatan Jawa bagian tengah, disuplai menggunakan mobil tangki dari TBBM Semarang Group menuju TBBM Rewulu.(rid)

Sosial Media