14 Nov 2017 12:47

Laba Holding Perkebunan - PTPN III Tumbuh 214%

bumntoday.com

Dirut PTPN III Holding Perkebunan Nusantara Dasuki Amsir didampingi direksi lainnya dalam pernyataan pers hari ini, (14/11). (Foto: istimewa)

JOSSTODAY.COM – Holding Perkebunan Nusantara – PTPN III (Persero) sukses melakukan turn around dengan mencatatkan laba bersih konsolidasi per Oktober 2017 sebesar Rp 921 miliar atau tumbuh 214% dibandingkan periode yang sama pada 2016 yang  masih merugi Rp 806 miliar. Peningkatan kinerja  karena sejumlah faktor seperti perubahan budaya kerja, peningkatan penjualan, produktivitas tanaman, efisiensi untuk menekan harga pokok, serta kenaikan harga komoditas.

“Holding Perkebunan Nusantara PTPN III juga mampu mencatatkan kenaikan penjualan  menjadi sebesar   Rp 28,2 triliun atau tumbuh 4,89 % dibanding periode yang sama pada 2016 sebesar    Rp 26,9 triliun, di tengah kenaikan harga komoditas, “ jelas Dirut PTPN III Holding Perkebunan Nusantara Dasuki Amsir dalam acara release di Jakarta, hari ini (14/11).

Kenaikan penjualan, lanjut Dasuki, ditopang oleh peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) kebun sendiri sebesar 12,06%, Crude Palm Oil (CPO) kebun sendiri sebesar 8,50%, dan Kernel kebun sendiri sebesar 3,57% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Dia menambahkan dari sisi perbaikan operasional manajemen juga mampu mencatatkan net operating cash flow senilai Rp 1,6 triliun atau meningkat sebesar 31,84% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016 sebesar Rp 1,2 triliun.

Sementara itu, margin pendapatan sebelum pajak, bunga, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perusahaan yang menjadi faktor fundamental kinerja keuangan semakin membaik dan sehat. 

“Per Oktober 2017, EBITDA Perseroan meningkat 15,55% menjadi sebesar Rp 6,2 triliun dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp 5,4 triliun,“ tegasnya.

Dasuki menegaskan peningkatan kinerja yang mengesankan ini menunjukkan  bahwa program  corporate turnaround sudah berjalan sesuai jalur. “Perusahaan juga telah berhasil melakukan efisiensi di semua lini operasional. Misalnya, melalui penggunaan e-procurement sampai dengan Oktober 2017,  perusahaan berhasil melakukan efisiensi 6,42%.

Program Restrukturisasi Keuangan yang bertujuan meningkatkan kinerja & repayment capacity juga telah membantu menumbuhkan kinerja keuangan di semua PTPN. Beberapa PTPN yang tadinya mengalami kerugian, tambah dia, kini mengalami perbaikan kinerja keuangan yang ditunjukkan dari menurunnya kerugian dibandingkan periode yang sama di tahun 2016. Misalnya, PTPN I dari semula kerugian Rp 105 miliar pada 2016 menjadi Rp 45 miliar pada 2017. 

Fokus Perusahaan

Dirut menegaskan kembali bahwa perbaikan kinerja didukung adanya perubahan budaya kerja dan efisiensi dalam operasional baik di on farm ataupun off farm. Dasuki menambahkan pada tahun ini Perseroan akan fokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi supaya dapat tercapai harga produksi yang efisien dan konsisten, sehingga apabila terjadi penurunan harga komoditi tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan.

Manajemen, lanjut Dasuki, dalam bisnis komoditi gula terus melakukan upaya perbaikan kinerja melalui penataan ulang Pabrik Gula, diversifikasi produk berbasis tebu serta pembangunan Pabrik gula baru. Perseroan juga menjalin kerjasama perluasan lahan Tebu dengan Perum Perhutani dan Direktorat Jenderal Perkebunan. Selain itu ditambahkan juga bahwa pada tahun 2018 Perseroan akan mulai fokus di industri hilir yang sudah mulai dikembangkan dan memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi terhadap revenue perusahaan, serta meneruskan upaya penetrasi pada industri hilir dari setiap komoditas pada 2019, ditargetkan Perseroan bisa memproduksi minyak goreng sendiri melalui anak usaha PT Industri Nabati Lestari.

(ru/pr)

Sosial Media