09 Jan 2018 21:18

BI Resmi Mengalihkan Layanan Kelolah Sistem Informasi Debitur ke OJK

bumntoday.com

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Achmad Johansyah bersalaman Kepala OJK Regional IV Jawa Timur, Heru Cahyono dalam Acara Penyerahan Pengelolahan Sistem Informasi Debitur dari BI Ke OJK. (9/1). ( BUMNTODAY.COM/Mar'atus Sholehah).

BUMNTODAY.COM - Secara resmi BI mengalihkan  layanan SID ( Sistem Informasi Debitur)  kepada OJK ( Otoritas Jasa Keuangan) melalui SLIK ( Sistem Layanan Informasi Keuangan) sesuai UU 21 Tahun 2011 tentang otoritas Jasa Keuangan dan di implementasikan OJK secara penuh mulai 1 Januari 2018.

Kepala OJK Regional IV Jawa Timur, Heru Cahyono mengatakan pengalihan layanan SID tidak lepas dari UU 21 Tahun 2011 pasal 7 dan 69 tentang kewenangan OJK mengenai pengaturan dan pengawasan Debitur. "Pasal 7 dan pasal 69 UU 21 Tahun 2011 memberikan pengaturan dan pengawasan disektor perbankan," jelas Heru di Haryono Kitchen, Jln. Sulawesi 27-29 Gubeng Surabaya, Selasa (9/1).

Menurut Heru Cahyono, BI dan OJK berusaha melakukan koordinasi dan kerjasama secara baik untuk melayani kredit secara Online yang bermanfaat menurunkan tingkat resiko kredit bermasalah bagi kreditur.

"Mengurangi dan meminimalkan ketergantungan pelapor, dapat menilai secara langsung calon debitur, mengurangi biaya konvensional, dan mendorong transparasi pemgelolahan perkreditan," kata Heru.

Selain itu, Heru menjelaskan manfaat SLK bagi debitur yaitu dapat mempermudah secara keseluruhan perkreditan dengan perlindungan privasi terhadap debitur. Dan, memberikan peringatan kepada debitur ketika akan menambah kredit ke lembaga lain. 

"Manfaat dapat mempercepat persetujuan kredit tanpa adanya waktu menunggu lama dan mendorong privasi debitur secara resmi. Sehingga mendorong Debitur Patuh terhadap aturan, wewenang dan kebijakan.  Sulit untuk mendapatkan kredit kembali  ke lembaga lain ketika debitur telah mendapatkan kredit dari salah satu lembaga," ungkap Heru kepada reporter bumntoday.com.

Heru menambahkan, berbagai keunggulan SLIP di OJK diantaranya IT lebih lancar, jaringan komunikasi lebih mudah dan data nasabah lebih luas jangkauannya.
"Memudahkan dan efisien dalam laporan SLIP OJK, seluruh pengguna dapat mengetahui semua debitur lembaga keuangan di Indonesia," jelas Heru.

Dia juga mengimbau kepada warga masyarakat agar tidak menyebarluaskan data privasi terkait dengan SLIP masing-masing.

"Sebab, teknologi semakin tinggi data dapat dibobol kapan pun secara tidak langsung oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, lindungi privasi data anda masing-masing," kata Heru.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Achmad Johansyah juga mengimbau kepada masyarakat terkait dengan SLIP OJK untuk selalu berpositif dan sehat dalam memeliharan akses keuangan dalam perbankan.

"Masyarakat selalu memelihara jasa keuangan dalam dunia perbankan. Sebab data masyarakat dapat diketahui dan dilacak oleh seluruh Bank di Indonesia. pihak BI sudah tidak mempunyai kewenangan dalam SID," jelas Difi. 

Difi menambahkan, pihaknya selalu siap mendukung penuh terhadap SID meskipun data tidak dipegang oleh BI.

"BI akan selalu membantu mencerdaskan masyarakat dalam bidang keuangan meskipun data tidak lagi ada di di pihak BI," tutup Difi. (tus/mif)
 

Sosial Media