13 Mar 2018 06:31

Perindo Teken Kontrak Ekspor Rp300 Miliar di AS

bumntoday.com

Perum Perindo saat panen ikan di Bengkayang. (perumperindo.co.id)

BUMNTODAY.COM - Perum Perikanan Indonesia (Perindo) mencatat kontrak ekspor US$21,9 juta atau Rp300 miliar dalam pameran Seafood Expo North America (SENA) di Boston, Amerika Serikat.

ditulis oleh industri.bisnis.com, kontrak itu diteken setelah ada permintaan seafood dari dua perusahaan importir AS, yakni Harbor Seafood Inc senilai US$16,5 juta dan North Atlantic Inc US$5,4 juta. Kontrak ditandatangani Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda dengan wakil dari Harbor Seafood Inc. dan North Atlantic Inc. di booth Perindo, disaksikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo, Minggu (11/3/2018) waktu AS.

Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda mengatakan perolehan kontrak itu sejalan dengan komitmen perusahaan meningkatkan kontribusi dalam ekspor produk perikanan.

"Nilai ekspor kami akan meningkat 30 kali lipat lebih dibanding 2017 lalu,’’ katanya dalam siaran pers, Senin (12/3/2018).

Dia menjelaskan Perindo sejak 2016 sudah mengekspor produk olahan ikan ke Negeri Paman Sam ini, tetapi nilainya masih kecil, yakni Rp5 miliar pada 2016 dan Rp10 miliar pada 2017. Komoditas yang diekspor berupa produk olahan ikan kakap, kerapu, mahi-mahi, dan rajungan hasil produksi Perindo bersama mitranya, PT Kemilau Bintang Timur (KBT), di Cirebon dan Makassar.

Risyanto mengatakan peningkatan ekspor ditunjang oleh pasokan bahan mentah bernilai dan berkualitas tinggi yang bisa diperoleh Perindo.

Selain ke AS, Perindo juga mulai rutin mengekspor produk olahan tuna ke salah satu perusahaan di Jepang, yakni Marine Ltc yang berkantor di Osaka. Ekspor itu dalam bentuk loin tuna dengan volume rata-rata 1,75 ton per hari. Sejak dimulai Oktober 2017, volume pengapalan ke Jepang tercatat sudah 72 ton dengan nilai Rp14 miliar.

Bahan baku loin tuna untuk buyer di Jepang berasal dari mitra kerja sama, yakni CV. Tuna Kieraha Utama di Ternate. Dengan estimasi ekspor 1,75 per ton loin per hari, volume hingga akhir 2018 diperkirakan 500 ton senilai Rp100 miliar.

"Untuk ekspor tuna, menyusul akan ditambah dengan siap beroperasinya unit penangkapan dan pengolahan tuna kami di Sorong," kata Risyanto.

Perindo akan membangun lima rumpon dan mempekerjakan 50 pemancing di Sorong, dengan produksi rata-rata 2 ton tuna utuh atau sekitar 1 ton tuna dalam bentuk loin per hari. Target tangkapan itu adalah ekspor ke Jepang, Vietnam, dan Thailand. Risyanto menambahkan, tuna dari Sorong itu sudah ikut lelang di Tsukiji, Jepang, pada awal Maret.

Di luar ekspor olahan tuna ke Jepang, Perindo sudah mengekspor cakalang beku ke Negeri Matahari Terbit senilai Rp1,3 miliar, ikan hidup ke Hong Kong senilai Rp2,75 miliar, dan ekspor Bandeng ke Srilanka. Selain itu, Perindo dan PT KBT akan merintis ekspor ke Unit Eropa.

Dengan dukungan ketersediaan sumber daya ikan yang melimpah serta kesiapan berbagai alat produksi hasil investas Perindo maupun kerjas ama dengan pihak lain dalam operasi kapal ikan, unit pengolahan ikan, dan cold storage, Risyanto optimistis ekspor perusahaan akan meningkat signifikan.

Dari target pendapatan 2018 senilai Rp1 triliun, dia optimistis setidaknya 50% akan diperolah dari pasar ekspor.

‘’Bahkan kami optimistis bisa melampaui target pendapatan kami karena perdagangan untuk pasar domestik pun terus tumbuh," katanya. (lil)

Sosial Media