01 Jun 2018 20:22

3 Bulan, Jasa Armada (IPCM) Raup Omzet Hampir Rp165 Miliar

bumntoday.com

Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk Dawam Atmosudiro (tengah) berbincang dengan Direktur Supardi (kiri) dan Direktur Herman Susilo, sebelum paparan kinerja perseroan, di Jakarta, Senin (2/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar

BUMNTODAY.COM - PT Jasa Armada Indonesia Tbk. membukukan pendapatan sebanyak Rp164,63 miliar (tidak diaudit) sepanjang kuartal I/2018 atau tumbuh 5,56% secara tahunan.

Operasional di Pelabuhan Tanjung Priok masih menjadi kontributor utama dengan pangsa 60% dari total pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan Jasa Armada yang dikutip Bisnis.com, Jumat (1/6/2018), pendapatan Jasa Armada di Tanjung Priok mencapai Rp99 miliar atau tumbuh 40% secara tahunan.

Selain Tanjung Priok, wilayah operasi yang juga mencetak pertumbuhan adalah Cirebon, yakni sebesar 78,54% menjadi Rp3,04 miliar. Sementara itu, pendapatan lima wilayah opeasi lainnya mengalami penurunan berkisar 2% hingga 46%.

Bisnis penundaan kapal masih menjadi penyumbang utama pendapatan Jasa Armada. Kontribusi dari bisnis penundaan mencapai 84%. Pendapatan lainnya disumbang dari jasa pengangkutan dan jasa pengelolaan kapal.

Per Maret 2018, jasa pengangkutan menyumbang Rp11,71 miliar atau tumbuh 145% sedangkan pendapatan jasa pengelolaan kapal sebesar Rp14,1 miliar, tumbuh 328%.

Direktur Utama Jasa Armada, Dawam Atmosudiro, sebelumnya mengatakan pendapatan perseroan bakal terus menanjak seiring pengerjaan kontrak-kontrak baru. Dia menerangkan, perseroan sudah mendapat dua kontrak baru, yakni dari Petrochina Jabung Ltd dan PT Cemindo Gemilang.

Di Tanjung Jabung, Jasa Armada akan menggarap jasa pemanduan dan penundaan kapal di terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) Tanjung Jabung. Pekerjaan serupa akan digarap di TUKS Cemindo di Bayah, Banten Selatan.

Dawam menjelaskan, sejak tahun lalu perseroantengah merintis untuk memperluas segmen usaha di luar captive market. Untuk diketahui, Jasa Armada beroperasi melayani jasa penundaan di 12 pelabuhan yang dikelola induk, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Selain itu, Jasa Armada juga merambah segmen TUKS atau terminal khusus dan ship to ship (STS).

Sejauh ini, Jasa Armada sudah meneken kontrak jasa pemanduan dan penundaan dengan PT Nusantara Regas dan PT Cemindo Gemilang dan PetroChina. Jasa Armada juga tengah membidik jasa pandu dan tunda di wilayah perairan Muara Musi, Karawang Timur, dan Luwuk. Secara keseluruhan, tambahan kontrak baru bisa berkontribusi terhadap target pendapatan JAI tahun ini sebanyak Rp1,1 triliun. (lil)

Sosial Media