04 Jun 2018 11:54

Menhub Bakal Temui Pilot Garuda Yang Mengancam Mogok Saat Mudik

bumntoday.com

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencoba simulator pesawat saat melakukan peninjauan di Hanggar Asembly Line N219 PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/1). - ANTARA/Raisan Al Farisi

BUMNTODAY.COM - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku akan menggelar pertemuan dengan perwakilan pilot dan karyawan Garuda Indonesia yang mengancam mogok saat mudik Lebaran.

Pertemuan akan dilakukan hari ini, Senin, 4 Juni 2018 guna memediasi tuntutan karyawan dengan perusahaan pelat merah tersebut. "Saya akan bertemu hari Senin," kata Budi Karya.

Budi mengaku sudah mendapat laporan bahwa mogok kerja pilot dan karyawan Garuda akan ditunda. Hal itu, didapat dari laporan dari Direktur Utama Garuda Pahala N. Mansuri. "Proses komunikasi akan dilakukan. Kemarin pak dirut sudah melakukan. Hari Senin nanti dengan saya juga," kata Menhub di Bandara Soekarno Hatta, Minggu, 3 Juni 2018.

Menhub meminta agar pilot dan pihak terkait untuk melakukan introspeksi bersama agar menemukan jalan keluarnya. "Dan itu mogok kerja tidak akan terjadi. Saya imbau untuk itu tidak terjadi," ujarnya.

Rencana mogok tersebut sudah diumumkan sejak 2 Mei 2018. Saat itu, para pilot dan karyawan Garuda melakukan konfrensi pers dan menunggu selama satu bulan agar tuntuannya diperhatikan oleh pemerintah.

Presiden Asosiasi Pilot Garuda, Bintang Hardiono mengatakan permasalahan yang memicu para karyawan Garuda untuk melakukan aksi mogok ialah masalah menejemen internal PT Garuda. "Ini bukti kecintaan kami pada Garuda Indonesia," ujar Bintang.

Sebelumnya karyawan Garuda memberikan masukan ke Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno, soal kekrisuhan yang terjadi di internal PT Garuda. Namun, kata Bintang, Rini tidak memberikan respon yang diharapkan.

Atas respon yang tidak seperti yang diinginkan, maka pilot Garuda beserta para karyawan, mengumumkan akan melakukan aksi mogok kerja. "Rencana Mogok tersebut nantinya akan kami beritahu ke publik paling lambat tujuh hari sebelum mogok dilakukan," tutur Bintang. (mif)

Sosial Media