06 Jun 2018 15:55

Aspirasi Petani Tebu Diterima Istana, Arum Sabil Rincikan Sembilan Poin

bumntoday.com

HM Arum Sabil berbicara dalam rapat di Istana Negara Jakarta, bersama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI Pur. Moeldoko. (Foto: Frengky Pribadi)

BUMNTODAY.COM - Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia atau APTRI HM Arum Sabil indikasikan adanya kebangkrutan massal di kalangan petani tebu dan pabrik gula (PG) berbasis tebu di tahun 2018 ini. 

"Ini merisaukan, karena petani tebu dan pabrik gula adalah bagian dari motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan, kalau mereka lumpuh akan  berdampak penambahan kemiskinan hingga makin tingginya ketergantungan terhadap Gula Impor," papar HM Arum Sabil, dalam pernyataan pers diterima BUMNTODAY.com, Rabu, (6/6/2018), di Jakarta.

Sejak awal pekan, bersama perwakilan petani tebu yaitu para Ketua DPD dan DPC APTRI se-Indonesia telah diterima aspirasinya di Istana Negara di Jakarta. Bahkan selama dua hari, yaitu pada Senin (4/6) hingga Selasa (5/6), kehadiran para perwakilan petani Tebu diterima langsung oleh Kepala staf Presiden RI Jendral TNI Purn Moeldoko di Istana Negara.

Adapun kerisauan Arum Sabil soal nasib petani tebu dan PG berbasis tebu serta dampaknya pada penambahan kemiskinan hingga makin tingginya ketergantungan impor, adalah satu dari sembilan poin yang disampikan kepada Presiden Joko Widodo melalui Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). 

Dan berikut adalah semblan poin penting aspirasi petani tebu tersebut, selengkapnya:

1. Kebijakan harga pangan murah agar diterapkan berkeadilan dengan tetap menjaga dan melindungi petani dalam usaha taninya dengan jaminan kepastian memiliki nilai ekonomi yang memberdayakan.

2. Harga Eceran Tertinggi atau HET Gula Rp 12.500 agar ditinjau ulang, karena secara psikologis dan logika, maka pasar akan menekan harga jual gula petani, sedangkan biaya produksi gula petani saat ini  sudah mencapai diantara Rp 9700/kg sd 10.500/kg.

3. Adapun penetapan HET Gula yang berkeadilan dan wajar untuk menjaga kepentingan petani dan konsumen, idealnya adalah Rp15.000/kg.

4. Pada Musim Panen Tebu tahun 2018 Gula Petani agar dibeli oleh pemerintah dengan harga sesuai usulan Menteri Pertanian yg berdasarkan hasil Perhitungan Tim Independen yang di Tunjuk oleh Pemerintah sendiri yaitu sebesar Rp 10.500 /kg

5. Pembelian gula petani melalui Bulog harus dibebaskan dari pungutan pajak penghasilan atau PPH.

6. Monopoli istilah penjualan gula curah yang hanya bisa dilakukan oleh Bulog agar dicabut.

7. SNI gula agar dicabut karena penerapanya hanya berdasarkan kualitas warna bukan berdasarkan hieginitas dan kelayakan dari sisi kesehatan dikonsumsi manusia.

8.  KPK dan satgas pangan agar bersinergi dalam memberantas dan membongkar sindikat mafia gula IMPOR dengan modus investasi industri gula di dalam Negeri.

9. Apabila di musim panen dan giling tahun 2018 ini petani tebu dan pabrik gula yang berbasis tebu mengalami kebangkrutan massal, maka bisa dipastikan sebagian motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan akan lumpuh dan kemiskinan bertambah serta ketergantungan terhadap Gula Impor semakin nyata. Dan dampaknya krisis kepercayaan rakyat akan dibayar mahal oleh pucuk Pimpinan di negeri ini di tahun politik 2019.

Menanggapi sembilan poin aspirasi petani tebu tersebut, Kepala Staf Presiden Jendral TNI Purn Moeldoko memastikan dan meyakinkan kepada para perwakilan petani Tebu tersebut akan langsung disampaikan kepada Presiden.

"Bahkan Kepala staf Presiden Jendral Purn Moeldoko Menegaskan kalau Presiden Joko Widodo akan selalu memberikan perhatian dan perlindungan Kepada Petani Dan Pertanian Indonesia," jelas Arum Sabil.

Jendral TNI Purn Moeldoko juga menegaskan bahwa akan mendorong sinergi antar kementerian terkait melalui Presiden, agar arah kebijakan pergulaan nasional benar-benar memberikan perlindungan nyata kepada para petani tebu dan industri gula yang berbasis tebu rakyat.

"Ini penting, agar swasembada gula yang berdaya saing benar-benar bisa terwujud, semoga ihtiar  dan petani tebu Indonesia mendapatkan  kemudahan dan keberhasilan, serta keberkahan," tutup HM Arum Sabil. (ru/pr)

Suasana rapat APTRI dan kepala KSP di Istana Negara. (Foto: Frengky Pribadi)

HM Arum Sabil dan Jenderal TNI Pur. Moeldoko bersama seluruh perwakilan DPC dan DPD APTRI berfoto di halaman Istana Negara, Jakarta. (Foto: Frengky Pribadi)

Sosial Media