08 Jul 2018 22:15

Pengusaha Sawit Tak Khawatir Dampak Perang Dagang

bumntoday.com

Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

BUMNTODAY.COM - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai, selain pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, perang dagang AS-China lebih berdampak pada ekspor komoditas kelapa sawit dan produk turunannya. 

Wakil Ketua Umum III Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Togar Sitanggang mengatakan perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat tidak berdampak pada penurunan jumlah ekspor komoditas kelapa sawit, tetapi pada penurunan harga komoditas tersebut.  

"Belum kelihatan dampak yang besar [dari] perang dagang [terhadap ekspor sawit] tapi akan bisa berpengaruh pada penurunan harga kelapa sawit. Ini sudah terlihat di harga, karena harga kedeladi [sudah] turun," ujarnya saat dihubungi, Minggu (8/7/2018).  

Perang dagang, lanjutnya, tidak akan berdampak pada penurunan ekspor komoditas kelapa sawit. Penurunan ekspor komoditi ini terjadi karena dampak pajak impor dari negara India. 

"Pengapalan agak berkurang ke sana karena pajak impor India. Kalau terkait fluktuasi  rupiah tidak berpengaruh pada ekspor karena  bahan baku dibeli dengan rupiah yang berkolerasi dengan mata uang dolar AS," ucapnya. (lil)

Sosial Media