10 Jul 2018 05:23

Pipa Gas CNOOC Bocor, Pembangkit PLN Terdampak

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM - Bocornya pipa gas bawah laut di sekitar ujung Pulau Panjang Bojonegara, Banten berdampak pada beroperasinya pembangkit gas milik PT PLN (Persero).

Pipa gas yang dilaporkan milik perusahaan migas asal China, China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), tersebut memasok gas hasil produksi blok South East Sumatera (SES) ke PLTGU Cilegon. Kebocoran pipa itu menyebabkan pasokan gas sebanyak 50 million standard cubic feet per day/MMscfd terhenti.

Direktur Perecanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan terhentinya pasokan gas dari CNOOC menyebabkan pengoperasian satu unit PLTGU Cilegon terpaksa dimatikan.

“Pasti pasokan turun. Tinggal satu unit pembangkit kami yang nyala,” ujar Syofvi di Jakarta, Senin (9/7/2018).

Sehingga beban di PLTGU Cilegon yang semestinya sekitar 600-650 megawatt (MW) turun menjadi separuh.

Namun demikian, hal tersebut tidak sampai berakibat pada terganggunya sistem kelistrikan PLN.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menjamin peristiwa tersebut tidak akan berdampak pada pemadaman listrik.

“Kan listriknya langsung pindah. Langsung switching kan jalurnya banyak. Pemadamannya nggak ada,” kata Sofyan.

Direktur Pengadaan Strategis PLN Supangkat Iwan Santoso menyebutkan suplai listrik dari PLTGU Cilegon digantikan oleh pembangkit lainnya, seperti PLTU Labuan dan PLTU Lontar.

“Nggak padam karena ada supplai PLTGU lain. Lalu ada Labuan, ada Lontar, ada yang lain yang backup,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, pasokan gas dari CNOOC untuk PLTGU Cilegon adalah sebesar 50 billion British thermal unit (bbtud).

Sementara itu, selain dari CNOOC, kebutuhan gas PLTGU Cilegon berkapasitas 660 MW ini juga dipasok dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebesar 30 bbtud. (mif)

Sosial Media