01 Des 2018 07:11

Beras BPNT di Bulog Sumsel Masih Baik

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM - Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program Kementerian Sosial yang anggarannya bersumber dari program beras sejahtera (rastra). Untuk melihat efektifitas program BPNT dalam meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan sosial pada rumah tangga sasaran (RTS), Komisi IV DPR RI memantau kinerja Perum Bulog Provinsi Sumatera Selatan dalam menyalurkan BPNT.

“Setiap rumah tangga sasaran mendapatkan 15 kg beras dan masyarakat keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan setiap bulannya sebesar Rp 110.000 yang dapat ditebus dengan membeli beras dan telur,” kata anggota Komisi IV DPR, RI Oo Sutisna, usai mengikuti dialog antara Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI dengan Perum Bulog di Gudang Bulog Sukamaju Palembang, Sumsel, Rabu (28/11/2018), sebagaimana dikabarkan dpr.go.id.

Legislator Partai Gerindra itu menambahkan, dari hasil pantauan tampak kondisi beras masih di Perum Bulog Sumsel dalam kualitas baik. Sebelum kualitas beras mengalami penurunan, Tim Kunspek Komisi IV DPR RI meminta pihak Perum Bulog untuk dapat segera menyalurkan ribuan ton beras ke pengecer yang ditugaskan untuk penyaluran program BPNT.

“BPNT merupakan barang baru. Untuk penyerapannya, Bulog beserta kepala desa diminta proaktif menyalurkan ke masyarakat. Tinggal mekanismenya, antar departemen berunding. Saya kira ini sudah layak dipercaya. Bulog yang sekarang lebih bagus,” kata Oo Sutisna.

Oo Sutisna menambahkan, regulasi Bulog dibuat oleh pemerintah bersama DPR RI untuk perlindungan pemberdayaan petani. “Peranan Bulog ini bukan hanya untuk menyalurkan rastra, namun juga ada kewajiban untuk menyerap gabah petani ketika panen raya. Kalau tidak ada penyaluran, akan dikemanakan beras ini?” katanya seolah bertanya.

Saat melakukan peninjauan ke Gudang Bulog Sukamaju Palembang terlihat ada 35 ribu ton stok beras masih menumpuk di gudang milik Bulog. “Ketersediaan pangan beras menjelang Tahun Baru dan Natal mencukupi. Alhamdulillah, surplus. Artinya tidak ada masalah,” tutup legislator dapil Jawa Barat itu. (afr/sf)

Sosial Media