03 Des 2018 18:21

Pertamina, HK dan Waskita Bersinergi Bangun SPBU

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – Dalam rangka mendukung program Pemerintah memperluas layanan BBM di jalur tol, PT Pertamina (Persero) bersinergi dengan PT Hutama Karya (Persero), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Jalan Tol. Demikian siaran pers dari bumn.co.id edisi 3 Desember 2018.

Sinergi tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman antara Pertamina dengan Waskita Karya dan kesepahaman antara Pertamina dengan Hutama Karya. Dua Nota Kesepahaman tersebut resmi ditandatangani di Kantor Kementerian BUMN pada 3 Desember 2018, oleh Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina (Persero) Masud Khamid dengan Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Hutama Karya (Persero) Putut Ariwibowo, dan Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Bambang Rianto. Seremoni penandatanganan disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno.

Menteri Rini menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina, Waskita Karya dan Hutama Karya, serta Jasa Marga yang sudah lebih dulu menandatangani Nota Kesepahaman serupa dengan Pertamina. "Sinergi ini sebagai bentuk peran aktif BUMN dalam menjamin pelayanan BBM di sepanjang jalan tol. Sekali lagi saya ingatkan, BUMN juga harus bersinergi dalam membina dan mengelola UMKM pada setiap rest area sehingga produknya memiliki daya saing, dan kualitas hidup masyarakat setempat bisa menjadi lebih baik berkat adanya jalan tol,” kata Rini.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina, Masud Khamid, menegaskan sinergi antara Pertamina, Hutama Karya, dan Waskita Karya merupakan langkah penting dalam membangun konektivitas, sehingga bisa memberikan dampak ekonomi lebih besar. “Kita sama-sama bersinergi melakukan pembangunan. Pertamina membangun infrastruktur energi, Hutama Karya dan Waskita membangun infrastruktur jalan tol. Semuanya harus bersinergi agar bisa memberikan manfaat dan kemudahan lebih besar bagi masyarakat,” ujar Masud.

Sinergi antar 3 BUMN ini, lanjut Masud, didasarkan pada prinsip saling menguntungkan (Business to Business). Karena itu, kerjasama ini diharapkan memberikan dampak positif penggerak ekonomi nasional. “Kehadiran rest area dan SPBU saling melengkapi. Tak lengkap jika rest area tanpa SPBU. Rest area yang dilengkapi SPBU bisa menjadi titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Konektivitas harus dibangun lengkap, baik infrastruktur maupun energi,” imbuh Masud.

Rest area yang dilengkapi dengan SPBU akan dibangun dengan konsep nyaman dan menarik bagi pengguna jalan tol. Rest area tidak hanya untuk mengisi BBM dan istirahat, pada saatnya nanti bisa menjadi salah satu titik poin untuk pertemuan-pertemuan bisnis. SPBU di rest area, menurut Masud, akan memudahkan pelanggan menemukan produk-produk BBM berkualitas dan ramah lingkungan seperti Pertamax Series dan Dex Series. Kedua produk unggulan ini tebukti paling banyak diminati konsumen pengguna jalan tol, terlebih saat arus mudik Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru serta liburan sekolah.

Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Hutama Karya (Persero), Putut Ariwibowo, menyatakan HK mendukung penuh terlaksananya sinergi antar BUMN ini. “Saat ini HK ditugaskan membangun Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.770km dari Aceh hingga Bakauheni. Otomatis di tiap-tiap koridor utama ruas Trans Sumatera yang cukup panjang itu akan banyak rest area. Sesuai dengan tujuan awal membangun rest area yang nyaman dengan memanfaatkan potensi ekonomi daerah sekitar area tol, maka kami realisasikan sinergi antar BUMN ini. Jadi kami sediakan lahannya, nanti Pertamina bangun SPBU-nya.”

Diharapkan setiap rest area khususnya Tipe A di tiap-tiap koridor Jalan Tol Trans Sumatera dilengkapi SPBU. “Kita menargetkan di setiap rest area Tipe A wajib ada SPBU-nya. Namun, untuk Desember 2018, kami fokus di beberapa SPBU Prioritas terlebih dahulu untuk dapat segera beroperasi di beberapa rest area Tipe A pada ruas tol Bakauheni - Terbanggi Besar yang insya Allah segera tersambung sepenuhnya pada akhir tahun,” kata Putut.

Direktur Operasi II PT Waskita Karya, Bambang Rianto, mengungkapkan kesiapannya memfasilitasi pembangunan SPBU di ruas jalan tol Trans Sumatera dan Trans Jawa. “Selaku kontraktor pembangunan Jalan Tol Bakauheni - Terbanggi Besar sepanjang 185 KM dan Jalan Tol Pematang Panggang - Kayu Agung sepanjang 77 KM pada Trans Sumatera serta sebagai pemilik hak konsesi 18 ruas Jalan Tol di Trans Jawa sepanjang 997 KM, kami sangat siap bersinergi dengan Pertamina untuk memberikan pelayanan terbaik serta kenyamanan pengguna jalan tol dalam berkendara,” ujar Bambang.

Sosial Media