03 Des 2018 21:05

Menunggu Panel Surya Buatan Len Industri

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – Tak lama lagi, yakni pada awal 2019, PT Len Industri (Persero) siap memasarkan sistem panel surya atap (rooftop photovoltaic) untuk perumahan residensial dan perkantoran. Produk bernama LenSOLAR ini nantinya ditawarkan dalam tiga tipe, yaitu LenSOLAR 1.5kW (kilo Watt), LenSOLAR 3kW, dan LenSOLAR 5kW. Harganya sekitar Rp 15 juta untuk yang terkecil.

"Kami sudah 'pre-launching' Oktober kemarin. Sementara, ke masyarakat awal tahun depan. Mudah-mudahan regulasi dari Pemerintah sudah keluar sehingga bisa lebih masif," kata Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin, pada wartawan di Jakarta 22 November 2018. “Sistem Rooftop PV ini menjadi alternatif pemanfaatan energi terbarukan.”

Masyarakat bisa menginstalasi ‘PV On-Grid System’ yang terhubung dengan jaringan listrik PLN dengan mengoptimalkan pemanfaatan energi dari panel surya. Panel surya atap ini dapat menghemat tagihan listrik hingga 30 persen, karena pemakaian listrik di siang hari memakai tenaga surya dan pada malam hari menggunakan listrik PLN.

Pengelolaan bisnis panel surya atap ini dilakukan di bawah di bawah PT Surya Energi Indotama (SEI), anak perusahaan PT Len Industri di bidang sistem tenaga surya. Produk LenSolar ini turut menyukseskan target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025. Produknya sudah mendapat penghargaan internasional. Antara lain, PT Len Industri meraih penghargaan Solar Power Portal Award 2018 untuk kategori Community Solar Instalation of the Year di Birmingham, Inggris, pada 17 Oktober lalu.

Penghargaan diraih berkat kerja saman dengan PT SEI dan Proinso UK dalam membangun off-grid PLTS berkapasitas 492 kWp di Sumba Timur. Pembangkit yang dibangun PT Len itu mengalirkan listrik ke 852 rumah dan 57 fasilitas publik di area-area terpencil dalam lintasan 48 km. Pembangunan tersebut penting untuk menjangkau tempat yang tak terjangkau listrik PLN, dan menyediakan listrik dengan biaya lebih murah dibanding menggunakan BBM.

Proyek pembangkit tersebut merupakan program The Renewable Energy Grant for Community yang digagas PT LEN untuk memfasilitasi listrik bagi warga di daerah terpencil. PT Len membangun 383 unit perangkat Base Transceiver Station (BTS) tenaga surya melalui SEI. Sebanyak 317 unit dibangun dalam rentang 2016-2017. Pada 2018 SEI membangun 7 unit dan melakukan investasi pada 66 unit berikutnya.

Selain PT SEI, Len pun memiliki beberapa anak perusahaan yang mencakup bidang elektronika, tenaga listrik, telekomunikasi, dan komponen. Anak-anak perusahaan tersebut adalah PT Len Railway Systems, PT Eltran Indonesia, PT Len Telekomunikasi Indonesia, dan PT Len Rekaprima Semesta yang merupakan anak usaha PT Len Railways Systems.

Sosial Media