04 Des 2018 17:26

PT Istaka Karya Berduka atas Kasus Nduga

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – Turut berduka atas terjadinya kasus di Papua, sejumlah karyawan PT Istaka Karya (Persero) mengenakan pita hitam di lengan baju pada 4 Desember 2018 di kantor mereka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tampak juga kiriman karangan bunga duka cita di depan pintu masuk kantor. Semua itu tanda duka cita akibat meninggalnya sejumlah karyawan PT Istaka Karya di proyek pembangunan jembatan Yigi, distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua pada Minggu 2 Desember.

Corporate Secretary PT Istaka Karya, Yudi Kristanto, mengkonfirmasi pita hitam yang dikenakan karyawan adalah simbol duka cita. Meski demikian, seluruh karyawan di kantor tersebut masuk seperti biasa. Seluruh kegiatan karyawan difokuskan untuk menangani kejadian nahas yang dialami rekan-rekan mereka di Papua. Perseroan sedang memastikan jumlah pekerja yang tewas dalam kejadian itu.

Direktur Utama Sigit Winarto, dalam kesempatan lain, mengungkapkan pihaknya masih memastikan detail kejadian. Berdasarkan catatan yang ia punya, total pekerjanya di dua lokasi berjumlah 28 orang. "Mereka dari Sulawesi Selatan. Tapi nanti kami akan pastikan jumlah korban dan asalnya setelah dievakuasi," ujar Sigit di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta.

Sigit mengatakan saat ini perseroan sedang berfokus pada evakuasi korban dari lokasi kejadian ke Wamena. Sebab, berdasarkan informasi yang ia terima, para korban masih belum bisa dievakuasi. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, bakal terbang ke Wamena guna melihat kondisi setelah kejadian itu.

Kepolisian Daerah Papua, 3 Desember 2018, menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan pembunuhan pekerja Istaka Karya. Dari informasi itu diduga pembunuhan terjadi pada 2 Desember. KaBid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan 31 pekerja Istaka Karya diduga dibunuh kelompok bersenjata.

Menurut keterangan Polda Papua, 24 orang dibunuh terlebih dahulu. Kemudian, delapan orang sempat menyelamatkan diri ke rumah seorang anggota DPRD. Namun, delapan orang itu dijemput kelompok bersenjata. Tujuh di antaranya dibunuh, satu orang melarikan diri dan belum ditemukan. Kamal mengatakan, Polda Papua menurunkan tim untuk menyelidiki informasi itu.

Sosial Media