05 Des 2018 17:39

Jurnalisme Milenial Perlu untuk Citra Korporat

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – Sejumlah karyawan milenial PT Garam (Persero) diikutkan dalam pelatihan jurnalistik di lantai 3 kantor administrasi di Jalan Arif Rahman Hakim 93 Surabaya, pada 5 Desember 2018. Pelatihan bertema ‘Millennial Journalism; kebutuhan baru korporat masa kini’ itu mendatangkan tim pengelola BUMNTODAY.COM sebagai pemateri.

Peserta 25 karyawan usia milenial yang umumnya baru direkrut PT Garam beberapa bulan lalu. Turut hadir, Khomeini Ramadhan selaku kepala bagian Humas PT Garam dan Miftahol Arifin selaku pimpinan redaksi majalah Media Garam.

Yusron Aminulloh, yang memberikan materi pertama, memaparkan pentingnya jurnalisme milenial untuk mengawal citra korporat. “Tak cukup hanya Public Relations officer yang menjaga publisitas baik perusahaan. Siapa saja, dari berbagai lini, harus bisa mengemban tugas itu lewat berbagai cara. Salah satunya lewat media sosial.”

Teguh Wahyu Utomo, saat memberikan materi kedua, memaparkan generasi milenial dan jurnalisme milenial. “Kaum milenial, yang lahir era 1980-an, sudah jadi mayoritas penduduk dunia. Cara bekerja dan berfikir mereka dipengaruhi teknologi terkait Internet. Maka, jurnalisme milenial juga harus melibatkan konvergensi media cetak, elektronik, dan Internet agar berkelindan dengan generasi milenial.”

Bukan hanya ceramah, pelatihan juga diselingi dengan praktik. Peserta diminta untuk membuat tulisan berita dan melakukan rencana liputan untuk majalah Media Garam edisi depan. Tak pelak, para peserta asyik menuliskan berita berdasarkan satu gambar di layar perak. Saat perencanaan liputan, para peserta juga riuh berdiskusi.

Pada sesi akhir, dilangsungkan tanya-jawab bebas. Peserta boleh bertanya apa saja terkait media massa. Salah satunya, peserta bertanya bagaimana harus menjawab komen negatif netizen atas tulisan positifinya tentang perusahaan di medsos. Rully Anwar dari BUMNTODAY berpesan, tak perlu berlebihan membalas semua komentar negatif.

“Jawab yang wajar saja. Atau, posting konten lain terkait yang mendukung citra positif perusahaan. Kalau berlebihan menanggapi suatu komentar, itu malah mengundang media-media lain jadi bertanya-tanya dan menduga memang ada yang tidak beres,” kata Rully.

Sosial Media