26 Des 2018 20:52

Dirut Pegadaian Sharing dengan Milenial Surabaya

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso mengadakan sesi sharing bersama 300 milenial BUMN di Surabaya pada 21 Desember 2018. Dalam acara bertajuk ‘Ngopi Bareng CEO Pegadaian’, Sunarso bercerita tentang pengalaman pribadi dalam dunia kerja yang seperti mendaki gunung.

“Jangan pernah nyaman dan kemudian camping di dalam satu pendakian. Bila sukses mendaki, maka dakilah bukit berikutnya dan seterusnya. Jadilah dan milikilah mental petarung,” ungkap Sunarso, di acara Ngopi Bareng CEO Pegadaian, sebagaimana dikutip situs resmi pegadaian.co.id 26 Desember 2018.

Sunarso menceritakan alasan mengapa seseorang perlu memiliki mental petarung. Menurutnya, petarung selalu siap menghadapi tantangan. Tantangan itu diperlukan agar seseorang terus berkembang.

Ia mengungkapkan saat ini tengah menaklukan pekerjaan yang menantang, yaitu men-transform culture. “Mengapa menantang? karena kultur itu tidak ada pabriknya. Adanya di mindset dan hati kita masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sunarso bercerita tentang upaya-upaya yang dilakukan Pegadaian saat bertransformasi menuju The Most Valuable Financial Company di Indonesia. “Pegadaian punya strategi transformasi yang disebut G-5Star. Strategi G-5Star itu terdiri atas Grow Core, Grab New Business Opportunity, Grooming Talent, Generation-Z Technology atau the latest technology dan Great Culture.”

Di tempat yang sama, Sunarso juga meluncurkan The Gade Coffee & Gold Surabaya. Ini upaya Pegadaian untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup anak muda yang semakin mendominasi segmen nasabah.

"Kami terus mendekatkan diri dengan nasabah muda berusia produktif di berbagai kota di Indonesia, melalui The Gade Coffee & Gold. Ini gerai The Gade Coffee & Gold ke-22 dan telah beroperasi," kata Sunarso, saat peluncuran The Gade Coffee & Gold di Surabaya. 

Sunarso menjelaskan The Gade Coffee & Gold merupakan outlet layanan prioritas dan mendorong peningkatan kinerja outlet Pegadaian karena jam operasional yang semakin panjang. Hingga saat ini terdapat puluhan outlet lainnya yang dalam proses pembangunan dan direncanakan segera bisa beroperasi melayani seluruh provinsi di Indonesia. “Kami menargetkan pada 2018 nasabah Pegadaian naik 2,5 juta orang. Jika tahun 2017 kami melayani 9,5 juta maka tahun 2018 meningkat menjadi 11,5 juta orang.”

Kehadiran The Gade Coffee & Gold diharapkan dapat mengajak anak-anak muda agar tidak sungkan menjadi nasabah Pegadaian. “Kami ingin memperkenalkan berbagai produk yang bisa digunakan segmen muda, termasuk Gadai Prima atau Pinjaman tanpa bunga dan Pegadaian Digital Service (PDS),” tambah Sunarso.

Pengguna PDS untuk nasabah milenial saat ini mencapai 70% yang terdiri dari 20% usia 20-25 tahun, 27% usia 26-30 tahun, dan 23% usia 31-35 tahun. Untuk nasabah milenial yang datang langsung ke outlet sebesar 40% terdiri dari 9% usia 20-25 tahun, 14% usia 26-30 tahun, dan 17% usia 31-35 tahun.

Sedangkan, Gadai Prima merupakan program Pegadaian dengan bunga nol persen untuk satu barang. Barang-barang yang digadaikan semakin diperluas jenisnya. Yang terbaru, Pegadaian menerima gadai Tupperware yang menurut ibu rumah tangga adalah salah satu barang bernilai. Nilai gadai yang diajukan pun bisa mencapai Rp 500 ribu dengan tenor dua bulan dan bisa diperpanjang satu kali.

Pegadaian terus berupaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengoptimalkan gudang yang dimiliki dengan menerima barang-barang non-emas. Kebijakan mengenai jenis barang yang diterima sebagai jaminan gadai diserahkan kepada pemimpin wilayah dengan mempertimbangkan nilai ekonomis dan kondisi/minat masyarakat setempat. Bisa saja terjadi perbedaan jenis barang di wilayah berbeda. Pinwil menetapkan Harga Pasar Setempat sebagai dasar penentuan pinjaman gadai di wilayah operasionalnya.

 

Sosial Media