10 Jan 2019 06:55

Pertamina Serap 12 Juta KL Fame CPO untuk Biodiesel

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – Pemerintah menggalakkan pengembangan pemanfaatan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) menjadi biofuel. Salah satunya melalui penerapan program Mandatori Biodiesel 20% (istilahnya, B20) untuk sektor industri maupun trasportasi di tanah air.

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andriah Feby Misna, menyatakan pengembangan minyak sawit sebagai bioenergi tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional tapi juga bertujuan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar berbasis fosil. 

"Tujuan utama B20 adalah meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan dan mengurangi impor. Saat ini impor minyak kita sangat besar. Dengan mengurangi impor, kita bisa menghemat devisa. Dari pemanfaatan bioenergi, kita juga bisa mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, ketergantungan kita kepada energi minyak bisa dikurangi. Dengan adanya program mandatori ini, kita juga bisa membuka lapangan kerja," ungkapnya dalam acara diskusi yang mengangkat tema Peran BPDP-KS Dalam Memajukan Sawit Indonesia, Minyak Sawit Sebagai Bio Energi, di Akmani Hotel, Jakarta, 9 Januari 2019, sebagaimana dikabarkan energia-news.

Karena itu, Andriah berharap dukungan seluruh pihak terhadap upaya pengembangan sawit menjadi bioenergi dari hulu hingga hilir.

Sebagai pemegang mandat pemerintah terkait program pemanfaatan minyak sawit menjadi biofuel, Manager Operation Supply Chain Pertamina Gema Iriandus Pahalawan menegaskan BUMN ini mendukung penuh kebijakan pemerintah. "Sejak 2010 hingga 2018, kami sudah menyerap 12.840.000 KL FAME yang di-blend ke dalam Solar menjadi biodiesel," jelasnya.

Ia menambahkan, dari 112 Terminal BBM (TBBM) Pertamina yang tersebar di seluruh Indonesia, 67 TBBM sudah melakukan pencampuran langsung Fame dengan solar pada 2018. Sisanya, yakni 45 TBBM menampung bahan bakar sudah dalam bentuk B20. "Kami juga punya 6 refinery dan punya 5 floating storage hampir semuanya menampung solar. Hanya satu yang menampung produk lainnya," papar Gema.

Untuk memaksimalkan pengembangan ini, Gema berharap sarana dan fasilitas pengembangan minyak sawit menjadi biodiesel bisa jauh lebih baik lagi.

Sosial Media