10 Jan 2019 07:55

BNI Jadi Pionir Go Live SWIFT GPI di Indonesia

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bergabung menjadi member eksklusif Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication - Global Payment Innovation (SWIFT GPI). BNI menjadi pionir atau bank pertama yang ‘Go Live’ SWIFT GPI di Indonesia sejak 8 Januari 2019.

Dikabarkan situs resmi Bni.co.id edisi 8 Januari, BNI mencatatkan volume transaksi remitansi USD 85.3 miliar per Desember 2018. Volume tersebut tumbuh 14,2 % secara year on year (yoy). Nah, untuk lebih meningkatkan volume transaksi dan kualitas layanan remitansinya di tahun 2019, BNI melakukan lompatan dengan gabung ke SWIFT GPI.

Sebagai anggota SWIFT GPI, BNI dapat memberikan pelayanan transaksi keuangan antar negara secara lebih cepat, lebih transparan, dan jauh lebih mudah melacak posisi transaksi pembayaran yang dilakukan. Itu dimungkinkan karena SWIFT GPI menerapkan kode UETR (Unique End to End Transaction Reference) yang dapat dimonitor, sehingga keberadaan transaksi dapat terlacak keberadaannya secara real time

SWIFT GPI merupakan standar baru dalam pembayaran global lintas negara. Di sini ada penyempurnaan atas proses dan transparansi pembayaran yang sebelumnya diterapkan melalui SWIFT. Standar SWIFT GPI diterbitkan perusahaan penyedia layanan kiriman uang ke seluruh dunia yang saat ini memiliki 10.400 member di 200 negara, baik bank maupun non bank.

Sebagai member, BNI menjadi salah satu dari 360 bank di seluruh dunia yang telah melakukan inisiasi menjadi member SWIFT GPI. Melalui SWIFT GPI, BNI berkomitmen meningkatkan layanan kepada nasabah, korporasi maupun ritel, yang membutuhkan layanan kiriman uang sesuai kebutuhan. Kebutuhan terbesar nasabah adalah informasi mengenai keberadaan transaksi mereka serta kepastian waktu tempuh transaksi hingga sampai ke penerima.

“Dulu, untuk menemukan transaksi kiriman uang, harus melalui beberapa proses. Pertama kami harus menanyakan status transaksi kepada intermediary bank melalui MT 199 dan menunggu jawaban yang waktunya tidak dapat diketahui. Dengan SWIFT GPI, bank dan nasabah dapat mengetahui di mana transaksi berada secara real time,” kata Direktur Tresuri dan Bisnis Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo.

Sebagai pionir transaksi berbasis SWIFT GPI di Indonesia, BNI akan terus mengembangkan sistem untuk memenuhi kebutuhan nasabah. “Tahap selanjutnya, kami akan membangun aplikasi tracker transaksi SWIFT GPI yang dapat diakses nasabah melalui gadget. Jadi mereka bisa melakukan tracking transaksi pribadi langsung melalui ponsel,” lanjut Rico. 

Perbankan yang tidak bergabung sebagai member SWIFT GPI tidak dapat memantau proses transaksi yang dikirimkan. Nasabah pada bank yang tidak menjadi member SWIFT GPI juga akan sulit memantau posisi transaksi, waktu tempuh transaksi tidak dapat teridentifikasi dikarenakan pengirim dan penerima tidak mengetahui berapa jumlah bank yang harus dilalui oleh transaksi tersebut.

Tiga keunggulan yang diberikan SWIFT GPI adalah Kecepatan, Transparansi dan Terlacak. Kecepatan berarti transaksi kiriman uang dapat terselesaikan pada hari yang sama (same day service). Hal ini dikarenakan setiap member SWIFT GPI wajib meneruskan transaksi dengan limitasi waktu yang ditentukan, sehingga diharapkan tidak ada delay transaksi di salah satu pihak. Transparansi berarti informasinya dapat diakses oleh seluruh pihak. Itu termasuk rincian pembayaran, konfirmasi pembayaran serta biaya yang dibebankan oleh masing-masing bank. Terlacak dimaksudkan bahwa setiap transaksi yang dikirim akan dapat terlacak oleh semua pihak.

Selain itu untuk meningkatkan performa operasional transaksi kiriman uang, BNI telah mendapatkan sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2015 untuk layanan pemrosesan remitansi. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa dari sisi operasional,memiliki performa yang sangat baik untuk melakukan proses remitansi dikarenakan terdapat komponen SAFE (Secure, Accurate, Fast and Efficient) yang terstandandarisasi.

BNI Smart Remittance 

BNI Smart Remittance hadir untuk melayani kiriman uang dari luar negeri ke Indonesia, maupun dari Indonesia ke seluruh dunia. Layanan kiriman uang BNI dari luar negeri didukung sistem handal dan jaringan internasional yang luas melalui enam Kantor Cabang Luar Negeri, 2 Kantor Perwakilan, BNI Remittance Limited di Hong Kong, serta 1.600 bank koresponden di seluruh dunia.

Kiriman uang dari luar negeri ke Indonesia dapat diterima baik ke rekening BNI, rekening bank lain, maupun yang diambil tunai di cabang BNI, Agen46, Kantor POS, Pegadaian, Alfamart dan Mitra lainnya yang telah bekerjasama dengan BNI.

Bekerjasama dengan bank di seluruh dunia, BNI juga dapat melayani kiriman uang ke luar negeri dengan Same Day Service, Yuan Remittance, Won Remittance, Local Currency Settlement (LCS) ke Malaysia dan Thailand serta kiriman uang ke 125 mata uang lokal di seluruh dunia. 

Sosial Media