11 Jan 2019 13:42

Pelindo III Siapkan Tanjung Perak Jadi Transhipment Port dengan Tarif Khusus

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM  - BUMN kepelabuhanan Pelindo III berencana memberlakukan tarif khusus untuk biaya handling (penanganan) transhipment (alih muat) peti kemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Hal itu dilakukan Pelindo III sebagai upaya menurunkan biaya logistik dari sisi biaya kepelabuhanan. 

Situs resmi pelindo.co.id edisi 9 Januari 2019 menyatakan, pelabuhan Tanjung Perak memiliki letak strategis sebagai penghubung wilayah barat dan timur Indonesia.  Oleh karenanya, pemberlakuan tarif khusus ini diharapkan mampu menurunkan biaya pengiriman barang dan daya saing logistik di wilayah timur Indonesia.

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, mengatakan besaran tarif khusus tersebut masih dalam proses finalisasi dan segera diumumkan kepada para pengguna jasa. “Masih dirumuskan tim internal kami, yang pasti akan diumumkan dalam waktu dekat. Ini berlaku untuk penanganan antar terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan para pengguna jasa,” ungkapnya di Surabaya. 

Saat ini Pelabuhan Tanjung Perak menangani 72 jalur pelayaran peti kemas domestik. Itu menunjukkan Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran sangat penting dalam distribusi logistik ke berbagai wilayah Indonesia. “Sekitar 75 persen menuju wilayah timur Indonesia. Artinya, biaya penanganan muatan di Pelabuhan Tanjung Perak sedikit banyak akan berpengaruh pada biaya logistik,” kata Doso Agung.

Saut Gurning, pakar maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, mengemukakan pendapatnya pada kesempatan berbeda. Ia melihat pemberlakukan tarif khusus tersebut merupakan usaha positif. “Bagaikan udara segar bagi para pemilik barang serta operator pelayaran di tengah berbagai kesulitan pasar, serta tingginya beban usaha jasa angkutan peti kemas nasional selama ini,” katanya dikutip pelindo.co.id.

Menurutnya, usaha ini dapat memberikan optimisme baru bagi pelaku usaha peti kemas untuk tetap eksis mendukung geliat logistik maritim nasional. “Secara khusus, rencana efisiensi biaya penanganan kontainer tersebut jelas akan memberikan dampak menguatnya preferensi pemilik barang dan pelayaran terhadap sejumlah terminal kontainer di Tanjung Perak, sebagai opsi menarik untuk lokasi alih muat (transhipment) kontainer domestik Indonesia,” pungkasnya.

Pelindo III adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang jasa kepelabuhanan. Tugas, wewenang, dan tanggung jawab Pelindo III mengelola 43 pelabuhan yang tersebar di tujuh provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta memiliki 23 anak perusahaan dan afiliasi. Pelindo III memiliki peran kunci menjamin kelangsungan dan kelancaran angkutan laut. 

Sosial Media