11 Jan 2019 19:29

Rahasia Dirut INKA Bersaing Lawan Cina

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM - PT INKA (Persero), BUMN pembuat kereta api, berhasil menembus sejumlah pasar di kawasan Asia Selatan. Kini, produk buatan INKA sudah beroperasi di Bangladesh. Dalam waktu dekat, INKA juga masuk ke Srilanka. Sekitar 75 gerbong senilai 50 juta dollar AS rencananya masuk ke negara tersebut.

Akan tetapi, sebagaimana dikabarkan situs resmi inka.co.id edisi 10 Januari 2019, kesuksesan INKA menembus pasar Asia Selatan tidak mudah. "Untuk masuk ke pasar itu nggak mudah. Di mana pun, kapan pun, kami ketemu Cina terus," begitu pengakuan Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro, dalam seminar Ekonomi Outlook 2019 di Jakarta, 8 Januari.

Cina selalu menjadi rival utama INKA di mana saja. Budi mengaku, saat pergi ke beberapa negara Afrika, ternyata produk kereta api asal Cina sudah hadir di sana. Ya, karena Cina gencar ekspansi ke berbagai belahan dunia untuk menawarkan produknya, termasuk kereta api.

Namun, dengan usaha keras, Budi menyebut INKA mampu menawarkan produk yang tak kalah dari Cina. Berbagai strategi antara lain menawarkan produk lebih murah, lebih bagus dan cepat pengirimnya. Hasilnya, produk INKA bisa diterima di berbagai negara.

"Yang jelas, manajemen harus mau datang di mana pun. Tidak boleh pilih-pilih pasar. Saya harus ke Kamerun, saya harus ke Senegal. Kemarin, Dubes Afrika Selatan datang ke kami, minta Botswana didatangi. Botswana itu berbatasan dengan Afrika Selatan," kata Budi.

"Enggak usah takut-takut. Memang harus disuntik kanan-kiri, karena ketemunya ya Cina lagi. Di mana pun mereka ada," sambung dia. 

Saat ini, produk kereta api buatan INKA sudah dioperasikan di sejumlah negara yakni Australia, Singapura, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Bangladesh. Sejumlah negara yang dilirik sebagai pasar potensial INKA yakni Amerika Serikat, Senegal, Nigeria, Zambia, Mozambik, Mesir dan Srilanka.

Sosial Media