28 Jan 2019 12:48

Menikmati Edutainment ala Aek Nauli Elephant Conservation Camp

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM - Menyaksikan gajah berinteraksi dengan manusia bukanlah pengalaman pertama bagi dua  travel blogger ternama Marischka Prudence dan Trinity Traveller. Namun, di Aek Nauli Elephant Conservation Camp, Kabupaten Prapat, Sumatera Utara, mereka mendapatkan pengalaman berbeda saat berada dekat empat gajah bersahabat.

“Menyenangkan sekali melihat gajah-gajah bersama pawangnya. Saya baru dengar sekarang ada gajah yang dipanggil dengan sebutan ‘sayang’ oleh pawangnya. Terlihat ada ikatan batin di antara mereka,” ujar Marischka Prudence dikutip energia-news edisi 26 Januari 2019. Ia mendapatkan kalungan bunga dari salah satu gajah bernama Luis Figo.

Menurutnya, Aek Nauli Elephant Conservation Camp memberikan pengalaman berbeda dibandingkan dengan kebun binatang atau tempat wisata lainnya. “Di sini, kami belajar banyak tentang Gajah Sumatera, tentang habitatnya, anatomi tubuhnya, dan lain-lain. Jadi lebih banyak edukasinya,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Trinity Traveller. “Konservasi dengan konsep edutainment memang bagus. Saya jadi bisa menjelaskan perbedaan antara gajah asia atau gajah sumatera dengan gajah afrika. Di sini gajah-gajah dipelihara untuk dapat berinteraksi dengan manusia. Seperti salaman sembari cium tangan, duduk, berguling, berhitung, dan lain-lain. Mereka dilatih sesuai dengan local wisdom di sini,” tukasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar gajah-gajah tersebut tidak dieksploitasi untuk kepentingan komersil. “Biarkan mereka hidup di habitatnya sehingga bisa berkembang biak dengan baik,” sarannya.

“Sepengetahuan saya, dana untuk melakukan konservasi hewan langka tidak sedikit. Pemeliharaannya sangat rumit. Semoga Pertamina tetap komit dengan kepeduliannya,” tukas wanita yang sudah beberapa kali mengunjungi area konservasi hewan langka di dalam maupun luar negeri.

Sosial Media