31 Jan 2019 14:25

Pertamina MOR II Bantu Kembangkan KEM di Kerinci

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – Indonesia terkenal sebagai negara penghasil kopi berkualitas. Bukan rahasia lagi, produk kopi Indonesia bisa bersaing dengan produk kelas dunia. Bahkan, dari kaki Gunung Kerinci di pulau Sumatera, hasil olahan Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Usaha Kopi Arabica Kerinci yang  didukung Pertamina Region Sumbagsel bekerja sama dengan Forum Layanan Iptek Bagi Masyarakat (FlipMAS) Minangkabau berhasil mengharumkan nama Indonesia di pasar internasional.

“Kami mendukung usaha ini supaya masyarakat Kerinci bisa memajukan produk yang hasilnya sangat memuaskan bahkan menembus pasar internasional. Ke depan, kami akan menggali potensi menggandeng KEM Usaha Kopi Arabica Kerinci melalui Program Kemitraan,” jelas Region Manager Communication & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf, sebagaimana dikabarkan situs resmi Pertamina.com 28 Januari 2019.

Potensi di Kerinci tidak hanya berhenti di kopi, maka Pertamina bersama FlipMAS Minangkabau juga mendukung KEM Agrowisata Peternakan Sapi Perah. “KEM Agrowisata Peternakan Sapi Perah baru dimulai. Rencananya kami akan kembangkan menjadi agrowisata menyeluruh. Selain sapi perah, juga ada pertanian organik olahan susu dan kentang yang mendapat pupuk dari sapi yang dirawat di KEM,” katanya.

Pada dua KEM ini, Pertamina memberi dukungan berbagai bentuk. Untuk KEM Usaha Kopi Arabica Kerinci, Pertamina membantu membangun rumah serbaguna dua lantai yang bisa digunakan sebagai kafe tempat menikmati kopi sambil menyegarkan mata memandang Gunung Kerinci. Bantuan lain untuk KEM ini adalah pupuk serta fasilitas pertumbuhan kopi. Sedangkan untuk KEM Agrowisata Sapi Perah, Pertamina membantu pembelian beberapa sapi dan pakannya, serta pupuk untuk pertanian organik.

Ellyza Nurdin, selaku Ketua FlipMAS Minangkabau, menyampaikan kedua KEM ini sudah memberikan hasil memuaskan. KEM Usaha Kopi Arabica Kerinci bisa menembus pasar internasional. KEM Agrowisata Sapi Perah saat ini per hari sudah menghasilkan sekitar 30 liter susu, ditambah satu anak sapi yang lahir. “Ini yang kami inginkan. Bersama Pertamina membangun mental masyakarat untuk mandiri,” kata Ellyza.

Adhi Rizal, Bupati Kerinci, menyampaikan apresiasi atas berjalannya Program KEM di wilayah Kerinci. “Kerinci ini kaya potensi, terutama pertanian dan wisata. Tentunya kami bersyukur dan terima kasih kepada Pertamina dan FlipMAS Minangkabau karena memberikan asistensi dan fasilitasi untuk anak-anak kami di Kerinci sehingga mereka mendapatkan kesempatan belajar dan mengembangkan usaha KEM ini,” imbuhnya.

Agar KEM Usaha Kopi Arabica Kerinci dan Agrowisata Peternakan Sapi Perah terus berkembang, Adhi menyatakan pemerintah siap memberikan dukungan. “Untuk kopi, kami sudah sertifikasi sehingga harganya meningkat dari Rp 3.000 jadi Rp 10.000. Bahkan KEM Kopi Arabica Kerinci sudah diekspor. Untuk susu, saya rasa potensinya masih besar. Apa lagi susu merupakan kebutuhan gizi yang penting. Yang pertama, tentunya, biar anak-anak Kerinci bisa menikmati produk susu ini,” pungkasnya.

Pahlawan utama dari Program KEM ini adalah masyarakat yang secara disiplin menjalankan usaha. Fatarida Marbun, salah satu Ketua Kelompok KEM Usaha Kopi Arabica Kerinci, mengungkapkan kebahagiaannya karena mendapatkan uluran tangan untuk dapat memajukan usaha. “Kehadiran Pertamina dan FlipMAS telah membantu kami dengan berbagai upaya. Karenanya saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya di tanah Kerinci,” ungkapnya.

Sosial Media