02 Feb 2019 07:52

PHE Capai Target Produksi Migas 206 MBOEPD

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM– PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan kinerja produksi migas 206 MBOEPD, dari target tahun 2018 sebesar 203,50 MBOEPD, atau mencapai 101,23% terhadap RKAP. Dirut PHE, Meidawati, menjelaskan pencapaian produksi migas ini melalui beberapa upaya. Antara lain optimalisasi lapangan tua, pengembangan lapangan baru, dan kesuksesan alih kelola blok-blok migas WK terminasi tahun 2018. Demikian news-release dari pertamina.com edisi 2 Februari 2019.

PHE menjadi perusahaan migas pertama di Indonesia yang menerapkan mekanisme Gross Split. Sepanjang 2018, PHE berhasil melakukan alih kelola di tiga Wilayah Kerja yang dioperasikan anak perusahaannya. PHE Ogan Komering (PHE OK) berkontribusi 2,353 MBOEPD, PHE Tuban East Java (PHE TEJ) berkontribusi 1,587 MBOPED, dan PHE Offshore Southeast Sumatera (PHE OSES) dengan kontribusi 14,081 MBOEPD.

Untuk kinerja keuangan tahun 2018, PHE juga mengalami kenaikan. Revenue tahun 2018 mencapai 113% dan Net Income sebesar 150%. Di tahun 2018 PHE mendapatkan net income USD488,67 (unaudited report), berbanding dengan tahun 2017 sebesar USD250,88.

Keberhasilan PHE lainnya adalah Project Pengembangan Lapangan SP di blok ONWJ. Ini menjadi project pertama di era Gross Split yang memenuhi project OTOBOSOR (on time, on budget, on schedule, on return). Lapangan SP ini berproduksi pada September 2018 dengan menghasilkan tambahan produksi gas hingga 30 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Pada 2018, PHE melalui anak perusahaannya PHE ONWJ dan JOB Jambi Merang meraih predikat PROPER Emas. Penghargaan ini merupakan predikat pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat terbaik di tingkat nasional yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Meidawati mengatakan, pada tahun 2019 akan ada pengeboran 45 sumur pengembangan serta pengerjaan ulang atau work over 47 sumur. PHE tetap melakukan kegiatan eksplorasi tahun ini guna mendapatkan cadangan migas baru. Ada 13 pengeboran sumur eksplorasi yang direncanakan. Kegiatan lainnya adalah survey seismik 2D sepanjang 3.819 KM lalu kegiatan seismik 3D seluas 190 KM2.

“Target temuan 2C sebesar 195 MMBOE 1P sebesar 75 MMBOE,” tandas Meidawati.

Sosial Media