03 Feb 2019 10:24

Bandara Ngurah Rai Raih Penghargaan Sri Chinmoy Center

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – Sebagai pintu gerbang jutaan wisatawan global setiap tahunnya, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali merupakan salah satu bandara di Indonesia dan dunia dengan demografi penumpang paling beragam, dengan latar belakang berbagai bangsa, suku, dan ras dari seluruh dunia. Berdiri di tanah Bali dengan tradisi kebudayaan luhur di tengah hingar bingar modernitas, manajemen bandara berusaha menghadirkan aura taksu kepada seluruh pengguna jasa. 

Atas dasar ini, sebagaimana dikabarkan bali-airport.com, Sri Chinmoy Center kembali menganugerahi penghargaan Torch Bearer kepada Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali. Yayasan skala global yang aktif mempromosikan perdamaian dunia dan nilai-nilai humanisme melalui musik, sastra, dan seni, itu menilai Manajemen Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai berkomitmen memberikan pelayanan prima, serta mengutamakan keselamatan kepada seluruh pengguna jasa yang keluar masuk Bali.

Bertempat di Taman Sri Chinmoy Peace Airport, Terminal Kedatangan Internasional, pada 30 Januari 2019, acara penyerahan obor penghargaan berlangsung khidmat. Acara diiringi lagu-lagu bertema perdamaian dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Bali, dan Bahasa Inggris, yang dipentaskan kelompok paduan suara dari SMP Sunari Loka dan Sri Chinmoy International Choir.

“Sejak 2001, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mendapatkan kehormatan sebagai salah satu dari enam bandara di dunia yang dianggap sebagai bandara perdamaian atau peace airports. Kami merasa terhormat. Tahun ini, Sri Chinmoy Peace-Blossom kembali memberikan apresiasi kepada manajemen atas usaha dan semangat dalam memberikan pelayanan yang bersifat imparsial kepada seluruh pengguna jasa,” ujar Sigit Herdiyanto, Co. General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali. “Kami sangat menyambut baik, serta merasa terhormat atas penghargaan dan apresiasi ini.”

Tilvila Hurwit, Koordinator Cri Chinmoy Peace-Blossoms dari Sri Chinmoy Center- Amerika Serikat, memberikan apresiasi kepada segenap jajaran Manajemen Bandar Udara atas komitmen dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pengguna jasa Bandar Udara.

“Ide pokok dari Sri Chinmoy Peace Blossoms adalah agar kedamaian bisa tumbuh dalam diri dan bisa menyebar ke segala arah. Bandar Udara ini tempat yang sangat signifikan. Jutaan orang datang dan pergi setiap tahunnya, aura taksu langsung terasa setelah mendarat. Hal ini tak lepas dari profesionalisme, kehangatan, dan kerja sama dari manajemen,” ujar Tilvila.

Sigit menyatakan, “Semoga Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali dapat selalu menjadi pelopor dalam mempromosikan perdamaian dan menciptakan keharmonisan dalam usahanya untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jasa Bandar Udara.”

Pada 2001 Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai bersama 18 bandara di seluruh dunia didedikasikan sebagai Bandar Udara Perdamaian. Bandara lain itu termasuk Bandara Jenewa di Swiss; Bandara Internasional Robert Gabriel Mugabe di kota Harare, Zimbabwe, Bandara Václav Havel di Praha, Republik Ceko, Bandara Internasional Cape Town di Afrika Selatan; dan Bandara Internasional Mactan-Cebu di Filipina. 

Selain bandara, sejumlah landmark lain termasuk bangunan buatan manusia seperti jembatan, stadion olahraga, ataupun keseluruhan kota; maupun keajaiban alam antara lain air terjun, gunung, danau, dan delta sungai, dikukuhkan sebagai bagian dari Sri Chinmoy Peace-Blossoms. Pengukuhan berbagai objek yang terletak di lebih dari 120 negara di dunia tersebut ke dalam Peace Blossoms dimaksudkan untuk menggaungkan gema perdamaian dan memberikan inspirasi tentang nilai-nilai harmoni kepada pengunjung yang setiap harinya lalu lalang. 

Terlahir dengan nama Chinmoy Kumar Ghose di East Bengal, India-Britania, pada 27 Agustus 1931, Sri Chinmoy adalah guru spiritual yang merupakan salah satu figur berpengaruh dalam ilmu meditasi. Selain aktif dalam dunia spiritualisme, Sri Chinmoy juga aktif dalam diplomasi soft power untuk mewujudkan perdamaian dunia melalui musik, sastra, seni, dan olahraga. Berkat usahanya, berbagai penghargaan dianugerahkan kepadanya. Antara lain Pilgrim of Peace Award, Mother Teresa Award, dan Jawaharlal Nehru Award yang dianugerahkan Badan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB UNESCO. Sri Chinmoy Center didirikan dengan nilai-nilai perdamaian yang diajarkan Sri Chinmoy, serta turut aktif mempromosikan perdamaian dunia melalui konser musik, Sri Chinmoy Peace Run, dan bantuan kemanusiaan dalam bentuk The Oneness-Heart-Tears and Smiles.

Sosial Media