08 Feb 2019 17:40

Pelatihan Evakuasi Korban Kecelakaan di Pelabuhan

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – hari masih pagi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ada pejalan kaki asyik menggunakan telepon genggam. Tak memperhatikan jalan, ia tertabrak mobil minibus. Insiden itu memicu tabrakan beruntun. Satu motor dan satu mobil lain di belakang minibus tidak sempat menghindar karena jarak terlalu dekat. Maka, berjatuhanlah sejumlah korban di tempat kejadian. Pejalan kaki dan pengendara motor tergeletak, sopir dan penumpangnya tampak terluka di dalam mobil yang berasap.

Tak lama kemudian, tim tanggap darurat dari Pelindo III tiba dan bersiap menyelamatkan para korban. Sebelum melakukan pertolongan, pemimpin tim mendekati titik kejadian dan melakukan pengamatan singkat. Ia harus memastikan kondisi aman untuk para penolong memulai operasi penyelamatan. Ia juga menyusun prioritas korban mana yang harus diselamatkan terlebih dahulu berdasarkan level kritis luka. Kesempatan yang sempit untuk menyelamatkan nyawa korban kritis tidak tersia-siakan untuk korban yang terindentifikasi telah meninggal. Hasil pengamatan menjadi dasar rencana penyelamatan yang di-briefing-kan kepada anggota tim. Hasilnya, tim dapat melakukan operasi penyelamatan dengan aman dan efektif.

Itu bukan kecelakaan betulan. Situs resmi pelindo.co.id menyebutkan, suasana penyelamatan tersebut terjadi pada ‘Simulasi Penanganan Kecelakaan Beruntun yang Melibatkan Beberapa Kendaraan’ pada Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2019 yang dilakukan Pelindo III dan sejumlah anak perusahaan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, 8 Februari 2019.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III, Putut Sri Muljanto, yang menjadi pemimpin apel, mengatakan Bulan K3 merupakan agenda tahunan nasional yang penting untuk meningkatkan kesadaran K3 dalam bekerja. “K3 menjadi salah satu prinsip utama mendukung layanan operasional prima. Pekerja pelabuhan harus bekerja dengan selamat, peralatan kerja juga dapat dipergunakan dengan baik dan aman, sehingga produktivitas kerja tidak terganggu,” ujarnya.

Ia melanjutkan, meski sudah menjadikan K3 sebagai budaya dalam standar operasional di pelabuhan, Pelindo III tetap memperingati Bulan K3 sebagai momen untuk semakin meningkatkan internalisasi budaya pada pekerjanya. “Salah satunya seperti yang terlihat pada pagi ini. Praktik simulasi penanganan kecelakaan yang kompleks dapat dilakukan dengan teknis baik dan sekaligus untuk melatih respon cepat tanggap tim K3 di masing-masing unit kerja. Tak hanya tim K3, pada pelabuhan besar yang ada operasi bongkar muat 24/7 di setiap terminalnya sudah ada Klinik K3 sebagai fasilitas penanganan pertama jika terjadi kecelakaan,” tambahnya.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III, Faruq Hidayat, menambahkan Pelindo III mengembangkan manajemen pencegahan kecelakaan berbasis digitalisasi data laporan. Nantinya akan ada sistem terintegrasi yang merangkum laporan K3. Misalnya, laporan bahaya dan laporan kerusakan properti yang diakibatkan insiden.

“Dengan digitalisasi data, rangkuman laporan K3 dapat menjadi dasar bagi manajemen untuk mengambil keputusan tepat. Berdasarkan data 2018, kegiatan bongkar muat, pembangunan proyek, dan operasional alat angkat dan angkut di Pelindo III masih menjadi yang paling berisiko. Dengan mengetahui ini, manajemen dapat mengambil kebijakan tepat untuk pencegahan kecelakaan, mulai dari kegiatan kerja yang paling berisiko,” tutupnya.

Sosial Media