09 Feb 2019 13:18

Pertamina Promosikan Web Series Tepian Kelana

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – PT Pertamina (Persero) meluncurkan web series terbaru bertajuk ‘Tepian Kelana’ di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, 8 Februari 2019. Web series yang dikemas dengan genre petualangan ini menyampaikan pesan kejujuran, kerja keras dan harga diri tidak akan berarti apa-apa jika tidak mampu bersinergi dengan sekitar.

Dalam news-release di pertamina.com edisi 8 Februari ditekankan, sinergi ini salah satu kunci sukses. Sehebat apapun kita, tidak akan mampu melakukan semuanya seorang diri. Selalu ada kekuatan yang lebih besar, jika kita memintanya. 

Media Communication Manager, Arya Dwi Paramita, menyatakan ‘Tepian Kelana’ menyampaikan pesan utama yang menjadi tagline Pertamina yakni ‘sinergi’. Di usia ke-61, Pertamina terus mengokohkan diri sebagai perusahaan migas menuju kelas dunia di atas landasan sinergi.  

“Pertamina ingin menyampaikan pesan pada generasi milenial harapan masa depan bangsa tentang pentingnya sinergi dalam meraih kesuksesan. Sinergi dengan rekan kerja, sinergi dengan teman, sinergi dengan mitra, hingga sinergi dengan alam dan lingkungan. Pertamina menggunakan medium web series untuk menyampaikan pesan sinergi agar lebih mudah dipahami dan diterima generasi milenial,” ujar Arya pada laga premiere web series ‘Tepian Kelana’ di Epicentrum XXI.

Konsep web series, lanjut Arya, sesuai dengan era digital dan semangat digitalisasi yang sedang dikembangkan di Pertamina. Budaya digital ini mendorong generasi milenial menggandrungi web series karena memiliki kelebihan. Antara lain; durasi film lebih pendek, cerita lebih beragam, serta mudah diakses melalui gadget. Generasi milenial lebih menekankan pada keberagaman yang bisa dinikmati dalam waktu singkat dengan konten bervariasi. 

“Tepian Kelana nantinya ditayangkan rutin di akun Youtube @pertamina. Semua bisa mengaksesnya dengan mudah di mana saja dan kapan saja. Selain untuk hiburan, web series ini diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi generasi muda. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari web series ini,” imbuh Arya. 

Web series dengan sutradara Dimas Prasetyo dan dibintangi Faris Nahdi serta Devi Rahma ini mengambil setting di Gunung Gergaji, Kalimantan Timur. Daerah ini memiliki karst Sangkulirang-Mangkalihat yang diusulkan menjadi World Heritage UNESCO. Sangkulirang dengan luas 105 ribu hektare memiliki keunggulan lukisan telapak tangan di dinding gua dengan motif khas. Hal ini menunjukkan salah satu bentuk komitmen Pertamina terhadap lingkungan, menjaga dan melestarikan alam. 

“Dalam web series ini, penonton diajak menelusuri salah satu jalur yang biasa digunakan untuk ditribusi BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) dengan menggunakan perahu sampan. Ini perjuangan yang membutuhkan sinergi kuat dan kokoh,” kata Arya.

Web series ini juga menggambarkan peran Pertamina dalam pengelolaan energi yang mengutamakan lima aspek yakni availability terjaminnya ketersediaan energi dalam negeri; accesibility antara lain dengan membangun infrastruktur energi; affordability terciptanya akses masyarakat terhadap energi secara adil dan merata; acceptability di mana kelestarian lingkungan hidup terjaga; serta sustainability yang menjamin pengelolaan sumber daya energi secara berkelanjutan.

Sosial Media