09 Feb 2019 14:44

Bio Farma Dukung Pakta Integritas GCG

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM - Seluruh insan Bio Farma melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas terkait penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). Penandatanganan dilakukan 8 Februari 2019 di Gedung Serba Guna Bio Farma serempak oleh Komisaris Utama Farid Wadjdi, Direktur Utama M. Rahman Roestan, diikuti seluruh anggota komisaris, direksi, komite audit, dan komite risiko, serta seluruh karyawan.

Dikabarkan situs resmi biofarma.co.id, penandatanganan Pakta Integritas ini komitmen seluruh insan Bio Farma dalam menerapkan GCG dan merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Sekretaris Kementerian Negara BUMN Rl Nomor: SK-16/S.MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012 tentang lndikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik  pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut M. Rahman Roestan, dalam sambutannya pada acara Entry Meeting Assessment GCG oleh BPKP Jawa Barat, produk Bio Farma sudah dipercaya di 140 negara, dan tentu saja menjadi andalan pemerintah Indonesia sebagai penyedia vaksin untuk Program Imunisasi Nasional.

Saat ini Bio Farma diminta menjadi Centre of Excellence untuk bidang vaksin dan bioteknologi di negara–negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan banyak penawaran kerjasama dari partner global dan domestik karena GCG yang baik, “Kami dari Bio Farma berkomitmen dari Dewan Komisaris, Direksi, unit kerja untuk sama–sama melaksanakan GCG yang baik. Alhamdulillah kami bisa berkonsultasi dan mendapatkan penilaian dari BPKP Jawa Barat.”

Bio Farma sudah dinilai sebanyak enam kali dibantu dan dinilai oleh BPKP Jabar untuk penerapan GCG, dan tiga kali self-assessment dengan skor yang terus meningkat. Pada 2015, skornya 87, 2016 dengan skor 90,49, dan 2017 dengan 90.53.

Farid Wadjdi mengatakan hasil dari penilaian GCG ini memberikan nilai tambah untuk memajukan Bio Farma, dan menjadi pedoman untuk menjalankan perusahaan. “Tanggung jawab kami untuk menerapakan GCG bukan dari manajemen saja tapi juga harus diterapkan oleh pemegang saham. Komisaris pun perlu menerapakan GCG. Nilai yang dicapai oleh perusahaan dari nilai GCG tahun sebelumnya harus menjadi tolak ukur apa yang harus kita lakukan ke depan dalam menjalankan bisnis Bio Farma,” ujar Farid Wadjdi.

Sosial Media