10 Feb 2019 23:37

Bandara Silangit Diperluas untuk Wisata DanauToba

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – Bandara Internasional Silangit siap menyambut lebih banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin berlibur di Danau Toba. Terminal penumpang di Bandara Silangit akan diperluas lima kali lipat dari saat ini 2.500 meter persegi menjadi 10.499 meter persegi. Perluasan terminal itu bisa mengakomodir pergerakan hingga 1 juta penumpang per tahun, dari saat ini hanya sekitar 500.000 penumpang.

Jumlah penumpang pesawat di Bandara Silangit di Tapanuli Utara terus tumbuh signifikan setiap tahun. Pada 2016 pergerakan penumpang tercatat 155.214 orang, lalu naik 82% pada 2017 menjadi 282.586 orang. Kemudian pada 2018 pergerakan penumpang tercatat 425.476 orang atau naik 50,56% dibandingkan dengan 2017.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, mengatakan perluasan terminal diperlukan karena saat ini jumlah pergerakan penumpang sudah hampir menyentuh kapasitas yang ada.

“Terminal di Bandara Silangit harus diperluas menjadi berkapasitas 1 juta penumpang per tahun. Sejak Bandara Silangit direvitalisasi dan ada penerbangan langsung dari Jakarta, pariwisata di kawasan Danau Toba tumbuh cukup pesat,” ujar Awaluddin di Jakarta, dikutip situs resmi angkasapura2.co.id edisi 9 Februari 2019.

“Bandara Silangit merupakan akses utama bagi wisatawan untuk ke Danau Toba yang ditetapkan sebagai salah satu destinasi ‘Bali Baru’. Karena itu, PT Angkasa Pura II berkomitmen menjaga dan meningkatkan pelayanan di Bandara Silangit melalui berbagai pengembangan infrastruktur.”

Di samping perluasan terminal penumpang, runway di Bandara Silangit juga dikembangkan dari 2.400 x 30 m menjadi 2.650 m x 45 m. Pengembangan runway agar bandara dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737-800 NG. 

Guna mendukung operasional bandara, PT Angkasa Pura II juga akan memperluas area parkir kendaraan bermotor menjadi 8.231 meter persegi dan membangun gudang kargo seluas 2.250 meter persegi.

Pergerakan pesawat di Bandara Silangit selalu meningkat dari 2.695 (2016), lalu 3.787 (2017) dan 4.878 (2018). Untuk pergerakan kargo, pada 2016 tercatat hanya 12.258 ton, lalu meningkat menjadi 121.487 ton (2017) dan kemudian sekitar 440.329 ton (2018).

Sosial Media