26 Feb 2019 08:07

BBM Satu Harga untuk Masyarakat Mentawai

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar didampingi Direktur Logistic, Supply Chain & Infrastructure (LSCI) Pertamina Gandhi Sriwidodo, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dan General Manager Pertamina MOR I Agustinus Santanu, meresmikan empat lembaga penyalur BBM Satu Harga di Kepulauan Mentawai, Sumbagut, pada 25 Februari 2019.

Dikabarkan energia-news  di pertamina.com, empat SPBU Kompak yang diresmikan tersebut, yaitu SPBU Siberut Utara 16.253.941, SPBU Sipora Selatan 16.253.921, SPBU Sangir Batanghari 15.277.031 dan SPBU Sangir Balai Janggo 16.277.770.

Menurut Gandhi Sriwidodo, empat  SPBU Kompak tersebut merupakan lokasi BBM Satu Harga kedua yang diresmikan Pertamina pada 2019. Awal Februari, dua  SPBU Kompak di Kepulauan Nias lebih dulu diresmikan.

"Tahun ini secara nasional Pertamina menargetkan pendirian 39 lembaga penyalur BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang sulit dijangkau karena keterbatasan infrastruktur. Ke-39 lembaga penyalur tersebut untuk menggenapi target yang telah ditetapkan pemerintah menjadi 160 titik di seluruh Indonesia," kata Gandhi.

Archandra Tahar mengapresiasi kinerja Pertamina menjalankan penugasan Program BBM Satu Harga demi mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia serta memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Mentawai dan Solok Selatan.

"Pertamina berperan aktif mendorong pembangunan ekonomi secara merata di seluruh Indonesia. Dengan harga BBM yang sama dengan daerah lain diharapkan kegiatan usaha menjadi lebih maju," ujar Archandra.

Agustinus Santanu menjelaskan,  empat SPBU Kompak Kepulauan Mentawai dipasok dari Terminal BBM (TBBM) Teluk Kabung. "Penyaluran ini menggunakan dua moda transportasi, kapal dan mobil tanki. Tidak mudah, karena jarak tempuh lebih dari 150 km dengan waktu lebih dari 12 jam," tutur Santanu.

Saat ini, penyaluran kepada empat SPBU Kompak tersebut adalah 16.000 Liter per bulan untuk produk Bio Solar dan Premium. Selain itu, Pertamina memberikan opsi kepada masyarakat Kepulauan Mentawai dengan menyediakan BBM berkualitas, Pertalite.

Melalui hadirnya SPBU Kompak, masyarakat di Kecamatan Sipora Selatan, Siberut Utara, Sangir Batang Hari dan Sangir Balai Janggo dapat membeli BBM dengan harga yang sama dengan daerah lain. Yaitu Premium Rp 6.450 per liter, dan Solar seharga Rp 5.150 per liter.

Tris, pemuda asli Kepulauan Mentawai, sangat senang penyalur BBM Satu Harga didirikan.  Pria berusia 28 tahun itu merasa terbantu. “Selain tak perlu lagi beli di eceran, saya jadi lebih irit pakai BBM karena harganya sama,” ujarnya.

Pegawai honorer Pemda Mentawai tersebut menjelaskan, biasanya ia beli BBM dua liter per hari dengan harga per liter Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Namun, mulai hari ini, ia sudah mengkalkulasi. Dari uang Rp 20.000 – Rp 30.000 yang ia keluarkan per hari, sebagian bisa ia tabung untuk keperluan lainnya. 

Supardi, warga transmigrasi yang membuka lahan pertanian sejak 1995, sangat merasakan manfaat kehadiran BBM Satu Harga di Sipora Selatan. “Dulu, sebelum ada BBM Satu Harga, saya beli BBM rata-rata Rp 20 ribu atau Rp 30 ribu per liter. BBM Satu Hrga ini sangat meringankan kami angkut hasil tani.”

Pria berusia 60 tahun itu merasa, jika harga BBM di Mentawai sama dengan kota lain pasti harga-harga kebutuhan pokok turun. “Semoga BBM Satu Harga semakin merata karena sangat dibutuhkan masyarakat. Transportasi murah, pasti harga-harga lainnya murah juga," imbuhnya.

Nov Effendi merasakan hal yang sama. Sebagai kurir, dalam sehari ia menghabiskan lima liter BBM untuk mengantarkan barang ke berbagai wilayah di Kepulauan Mentawai.  “Kalau biasanya uang Rp 50 ribu cuma untuk satu hari, sekarang bisa untuk dua hari,” ujarnya. 

Sekarang, ketiga pria tersebut memiliki harapan yang sama, yaitu  yang terpenting pasokan BBM Satu Harga selalu ada dan distribusi lancar ke empat SPBU Kompak di Kepulauan Mentawai.

 

Sosial Media