01 Mar 2019 16:15

PLN Targetkan 17 Pembangkit Bioenergi untuk Kalimantan

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM – Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan, Machnizon, menargetkan bakal ada 17 pembangkit bioenergi di Kalimantan di tahun 2020.

“Jenis pembangkitnya berupa pembangkit listrik biomassa dan biogas. Lokasinya terbanyak di Ketapan dan Meliau. Kemudian tahun 2021 lebih banyak lagi,” ujar Machnizon dalam seminar energi baru terbarukan Mendukung Implementasi Bioenergi Guna Memaksimalkan Potensi EBT untuk Kelistrikan Kalimantan Barat di Pontianak, 26 Februari 2019, yang diselenggarakan PLN dengan Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI), dikutip pln.co.id.

Menurut Machnizon, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2019-2028, kini sudah ada beberapa lokasi rencana pembangkit EBT yang diberi nama sesuai lokasi. Juga ada yang masih dalam bentuk kuota tersebar.

“Jadi, ada potensi kuota yang masih dimungkinkan. Di luar kuota, masih mungkin dikembangkan. Sesuai arahan pak Menteri ESDM, di bawah 10 MW itu dapat kemudahan. PLN bisa langsung kontrak dan dimasukkan di RUPTL berikutnya,” jelas Machnizon.

Berbicara di depan peserta seminar yang juga diikuti para pengembang listrik swasta, Mahcnizon menekankan dalam pengembangan pembangkit EBT itu harus melihat supply dan demand listrik di masing-masing daerah.

“Bila bebannya hanya 500-600 kW, sedangkan ada yang mengusulkan 10 MW, lalu kita tarik ke jaringan ternyata jaraknya mungkin 50-60 kilometer, ini tentu gak mungkin. Ya tegangannya pasti drop. Kita bangun GI di situ pun tak mungkin karena beban hari ini mungkin hanya 500 kW atau maksimum 1000 kW,” jelas Machnizon.

Selain itu, para investor harus memperhatikan tahun 2020 sistem kelistrikan sudah tersambung menjadi satu dalam interkoneksi Kalimantan.

“Kemudian, yang mungkin dicermati, pada 2019 ini transmisi kami di Kalbar ini, yang kami sebut sistem Khatulistiwa, akan tersambung sampai Sanggau–Skadau–Sintang. Ini harus diantisipasi oleh para calon investor. Sistem Khatulistiwa tahun ini akan sampai ke Sintang,” papar Machnizon.

“Kemudian, di tahun 2020, transmisi dari Sintang sampai ke Ketapang. Kemudian Ketapang–Sukamara–Pangkalan Bun. Itu akan tersambung pada 2020,” imbuh Machnizon. “Jadi kita akan punya sistem interkoneksi Kalimantan: Kalbar, Kalselteng, Kaltimra. Itu sekitar akhir tahun 2020.”

Sesuai RUPTL 2019-2028, rencana pengembangan EBT Kalimantan terbesar ada di Kalimantan Barat yakni 116,27 MW dan Kalimantan Timur 158,7 MW dari total Kalimantan 460,87 MW. Untuk 2018, telah terpilih 25 perusahaan pengembang listrik swasta yang masuk dalam daftar penyedia terseleksi (DPT) khusus energi baru terbarukan.

Sosial Media