11 Mar 2019 16:49

Pelabuhan Benoa Jadi Home Port Cruise

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM - Pelabuhan Benoa Bali yang dikelola BUMN Pelindo III telah merampungkan pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 Meter LWS (low water spring/rata-rata muka air laut) menjadi minus 12 Meter LWS. Dengan hal tersebut memungkinkan kapal pesiar dengan LOA (Length of All)/ukuran panjang lebih dari 350 meter untuk sandar di dermaga. Sebelumnya, kapal sepanjang itu hanya bisa berlabuh di luar pelabuhan.

“Dengan revitalisasi tersebut, tentunya menambah minat kedatangan kapal pesiar karena sisi keamanan dan kenyamanan terjamin,” ujar Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha, leat rilis pers pelindo.co.id edisi 11 Maret 2019. 

Kini  kolam di dermaga timur, selatan, kolam di curah cair dan gas telah menjadi minus 12 meter LWS dari sebelumnya antara minus 8 hingga minus 9 meter LWS. Selain itu turning basin atau area untuk berputar kapal juga diperlebar sehingga kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat melakukan manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420 meter. Lebar di kolam timur dari awal 150 meter sekarang telah menjadi 200 meter. Kolam barat dari 150 meter menjadi 330 meter.

Serangkaian peningkatan fasilitas pelabuhan juga dilakukan, khususnya gedung terminal penumpang. Pelindo III meningkatkan kapasitas gedung terminal penumpang, yang semula hanya berkapasitas 900 orang diperbesar hingga menampung 3.500 orang dalam bangunan seluas 5.600 meter persegi. Pembangunan gedung terminal penumpang kapal pesiar di Benoa akan selesai semester dua tahun 2019. Hingga Maret, progres pembangunan fisik telah mencapai 58%.

“Rampungnya pengerukan kolam dan pendalaman alur akan meningkatkan jumlah kunjungan kapal pesiar. Kapal pesiar tersebut tidak hanya transit, karena pelabuhan Benoa akan menjadi home port cruise.  Kapal pesiar bisa berangkat dari Benoa, kemudian berkeliling di Indonesia Timur, dan nanti kembali ke Benoa,” ujar Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III, Toto Nugroho Pranatyasto.

“Dengan menjadi home port cruise tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian di Bali. Ini memiliki multiplier effect cukup besar. Saat kapal pesiar bersandar di pelabuhan, maka bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Turis akan meningkatkan length of stay dan pada akhirnya lebih banyak berbelanja. Hotel, restoran, toko-toko souvenir, kendaraan umum/sewa juga yang akan menuainya,” tambah Toto.

Selain itu, untuk mendukung pelabuhan Benoa menjadi rumah bagi kapal pesiar, Pelindo III juga melakukan pengembangan lain. Di antaranya penataan kembali zona peruntukan kapal wisata, BBM dan Gas, perikanan, serta pembangunan terminal internasional dengan melakukan beautifikasi kawasan pelabuhan dengan sentuhan artistik khas Bali.  

Jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar pada 2018 tercatat 54.802 orang wisatawan mancanegara, atau naik 5% dibanding tahun 2017 sebanyak 52.125 orang. Jumlah kapal pesiar tercatat 67 unit mengunjungi Bali melalui pelabuhan benoa selama 2018.

“Pelabuhan Benoa menyumbang 45% dari total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Penumpang kapal pesiar yang singgah di pelabuhan yang dikelola Pelindo III sebanyak  125.218 orang pada tahun 2018. Dalam waktu dekat, akan kita laksanakan tender pemilihan mitra strategis untuk pengembangan pelayanan cruise terminal,” kata Toto.

Sosial Media