24 Apr 2019 08:51

Temui Insan Media, Direksi Jasa Raharja Jelaskan Transformasi Menjawab Tantangan Masa Depan

bumntoday.com

BUMNTODAY.COM - Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo S, Jasa Rahardja sangat serius mendorong tranformasi dalam pelayanan kepada masyarakat. 

"Misal dalam melayani korban atau keluarga korban, Jasa Raharja selalu PRIME yaitu Proaktif, Ramah, Iklas, Mudah dan Empati," papar Budi Rahardjo S dalam kesempatan Media Gathering di Jakarta, Selasa, (23/4/2019).

Menurut Budi Rahardjo, dalam upaya pelayanan, pihak Jasa Rahardja tak segan untuk jemput bola mendatangi rumah korban atau rumah sakit.

"Ini salah satu program Jasa Raharja untuk selalu memudahkan dalam penyelesaian santunan. Korban dan Keluarga korban sedapat mungkin tidak datang ke Kantor-Kantor Jasa Raharja. Menjadi penilaian kinerja bagi insan Jasa Raharja bila masih terdapat banyak korban/keluarga korban yang datang ke kantor Jasa Raharja untuk mengurus santunan," tegas Budi Rahardjo S.

Budi juga menyampaikan terima kasih atas sinergi  yang selalu baik antara kepolisian dan BPJS, bahwa di era transformasi yang serba digital saat ini Jasa Raharja bersama dengan kepolisian dan BPJS telah memiliki system Santunan Online. Dimana secara system masing-masing instansi dapat mengetahui terjadinya suatu kecelakaan lalu lintas darat, dapat mengetahui dimana korban dirawat secara real time.

"Ucapan terima kasih juga diberikan kepada masyarakat, para media dan semua intansi yang selalu mendukung sehingga penyelesaian santunan bisa diserahkan kepada korban/keluarga diluar dari hari/jam kerja," jelas Budi Rahardjo S.

Sepanjang  tahun 2017 Jasa Raharja telah memberikan santunan sebesar Rp. 1.98 T dan pada tahun 2018 sebesar Rp.2.56 T, terdapat kenaikan aktifitas 29,26%  dikarenakan adanya kenaikan santunan per 1 Juni 2017. Tahun 2017 penyelesaian santunan rata-rata diselesaikan dalam 32 menit sedangkan tahun 2018 bisa diselesaikan selama 26 menit.

Inovasi Digital

Menghadapi tantangan kedepan, kata Budi Rahardjo S, Jasa Raharja juga telah melakukan inovasi-inovasi digital antara lain:

Tata Persuratan Digital (SIAP Mobile), E-Procurement, Transaksi pembayaran Iuran Wajib melalui virtual account, SAMSAT Online Nasional, Artificial Intelegence Chatbot, dan lain-lain. 

Dirut Jasa Raharja, juga menyampaikan, bahwa Jasa Raharja adalah Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang menjalankan amanah Undang-Undang yaitu Undang-Undang No33 dan Undang-Undang No.34. Undang-Undang No.33 mengatur Tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang sedangkan Undang_Undang No.34 adalah Dana Pertanggungan Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Tugas pokok Jasa Raharja adalah menyerahkan Santunan Kecelakaan Bagi Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Darat, Laut dan Udara sebagaimana yang diatur pada Undang-Undang tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa biaya pengobatan bagi korban kecelakaan lalu lintas yang dirawat di Rumah Sakit atau Fasilitas Kesehatan lainnya relative cukup besar dan kebutuhan perekonomian bagi keluarga yang ditinggalkan oleh kepala keluarga bila meninggal dunia akibat kecelakaan juga tinggi.

Merespon beberapa hal ini maka Pemerintah dalam hal ini  Menteri Keuangan R.I menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan R.I No.15/PMK.010/2017 tanggal 13 Februari 2017 tentang Besaran Santunan Kecelakaan Penumpang Umum dan Nomor 16/PMK.010/2017 tanggal 13 Februari 2017 tentang Besaran Santunan Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Nilai santunan naik 100% dari sebelumnya dimana Santunan bagi korban yang mengalami luka-luka sebesar max Rp.20juta dan Santuanan korban meninggal dunia sebesar Rp.50juta. Budi juga menyampaikan pada Peraturan Menteri Keuangan ini juda diatur manfaat tambahan bagi korban yaitu Biaya Pertolongan Pertama Saat Kecelakaan dan Biaya Ambulance dari tempat kejadian kecelakaan menuju fasilitas kesehatan awal/yang terdekat dari tempat kejadian kecelakaan. Peraturan Menteri Keuangan R.I ini berlaku mulai tanggal 1 Juni 2017.(ru/pr)

Sosial Media